PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei bukan sekadar seremonial bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Murung Raya. Tahun ini, Kepala Dinas PUPR Murung Raya, Paulus Manginte, S.T., M.T., menjadikan momen tersebut sebagai panggung apresiasi bagi garda terdepan pembangunan daerah: para pekerja konstruksi.

Paulus menegaskan, kemajuan konektivitas dan fisik wilayah Murung Raya merupakan buah keringat dari ribuan pekerja lapangan yang sering kali luput dari sorotan.

“Selamat Hari Buruh Nasional 2026. Hormat kami untuk mandor, tukang, operator alat berat, pengawas lapangan, juru gambar, teknisi jalan dan jembatan, petugas kebersihan, pekerja drainase, hingga karyawan jasa konstruksi. Tangan saudara yang menegakkan infrastruktur Murung Raya,” ujar Paulus di sela-sela peringatan Hari Buruh, Kamis (1/5/2026).

Menurut Paulus, percepatan pembangunan di Murung Raya sangat bergantung pada dedikasi dan keterampilan teknis di lapangan. Ia memandang infrastruktur bukan hanya soal beton dan aspal, melainkan tentang bagaimana aksesibilitas menghubungkan desa ke kota, melancarkan arus logistik, dan memastikan pelayanan dasar menjangkau masyarakat.

“Jalan, jembatan, irigasi, gedung layanan publik, hingga sistem air bersih terbangun karena disiplin dan keterampilan pekerja konstruksi. Mereka adalah urat nadi konektivitas daerah kita,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Paulus kembali menekankan sikap tegas pemerintah daerah terhadap keselamatan kerja (K3) dan kesejahteraan tenaga kerja. Baginya, progres fisik proyek tidak boleh mengorbankan nyawa pekerja.

“Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di setiap proyek wajib tanpa kompromi,” tandas Paulus.

Selain keselamatan, Dinas PUPR Murung Raya kini mendorong peningkatan mutu SDM melalui kewajiban sertifikasi SKK (Sertifikat Kompetensi Kerja) Konstruksi dan pelatihan bagi operator alat berat. Pihaknya juga memastikan bahwa hak-hak dasar pekerja, seperti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, upah sesuai standar, dan pembayaran tepat waktu, menjadi prioritas yang harus dipenuhi oleh para kontraktor.

Lebih jauh, Paulus mendorong tenaga konstruksi di Murung Raya untuk mulai beradaptasi dengan konsep infrastruktur berkelanjutan atau konstruksi hijau. Pelatihan-pelatihan yang digelar kini diarahkan pada manajemen limbah proyek, teknologi perkerasan ramah lingkungan, hingga mitigasi bencana.

Paulus mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari asosiasi jasa konstruksi, konsultan, kontraktor, hingga serikat pekerja, untuk menciptakan iklim kerja yang sehat dan adil.

“Hari Buruh mengingatkan kita bahwa kualitas infrastruktur lahir dari hubungan kerja yang adil. Rantai pasok proyek harus sehat, kontrak transparan, dan sengketa diselesaikan lewat musyawarah. Jika pekerja sejahtera, mutu konstruksi terjaga, dan manfaatnya dirasakan seluruh warga,” pungkasnya.

Peringatan May Day di lingkungan PUPR Murung Raya sendiri diisi dengan serangkaian aksi nyata, di antaranya apel siaga K3, simulasi tanggap darurat proyek, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pekerja lapangan. Kegiatan ini berlangsung kolaboratif bersama Disnakertrans, BPJS Ketenagakerjaan, dan asosiasi penyedia jasa, sebagai wujud nyata sinergi dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan pekerja konstruksi di Bumi Tana Malai Tolung Lingu.(Lkg)

Bagikan: