PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET

Dinamika di wilayah lingkar tambang Desa Konut, Kecamatan Tanah Siang, memicu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Murung Raya. Bupati Murung Raya, Heriyus, SE, memboyong gerbong besar unsur pimpinan daerah (Forkopimda) hingga kepolisian dan TNI untuk meninjau langsung kondisi masyarakat di wilayah pertambangan tersebut pada Jumat, 19 Juni 2026.

Langkah taktis ini diambil sebagai upaya konkret pemerintah daerah untuk mendengar langsung aspirasi warga sekaligus meredam potensi gesekan sosial di kawasan kaya sumber daya alam tersebut.

Berdasarkan Surat Undangan Nomor 100.2.3/77/2026 yang diterbitkan sehari sebelumnya (18 Juni 2026), rombongan dijadwalkan bergerak tepat pukul 13.00 WIB. Titik kumpul berpusat di Rumah Jabatan Bupati, Jalan Jend. Sudirman, Puruk Cahu, sebelum bertolak menuju Desa Konut.

Agenda utama peninjauan ini adalah memperkuat koordinasi dan memastikan keterlibatan langsung pemerintah dalam merespons dinamika yang berkembang antara warga lokal dan aktivitas pertambangan.

Skala urgensi peninjauan ini terlihat dari masifnya daftar pejabat yang diwajibkan hadir. Heriyus tidak hanya membawa jajaran birokrasi, tetapi juga merangkul seluruh pimpinan vertikal di Murung Raya.

Daftar undangan resmi mencakup:

  • Bupati dan Wakil Bupati Murung Raya

  • Ketua dan Wakil Ketua DPRD, serta Anggota DPRD Dapil Tanah Siang

  • Dandim 1013/Muara Teweh dan Kapolres Murung Raya

  • Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan Pj. Sekretaris Daerah (Sekda)

  • Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait

  • Unsur Kecamatan, Kepala Desa, hingga Damang (tokoh adat) setempat.

Heriyus menekankan bahwa kehadiran seluruh elemen ini sangat krusial agar formula solusi yang dihasilkan nantinya bersifat komprehensif, legal, dan menghormati adat setempat. Ia menegaskan pentingnya komitmen kehadiran para undangan untuk memastikan proses peninjauan berjalan efektif dan partisipatif.

“Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang responsif dan terbuka terhadap aspirasi masyarakat di wilayah operasional pertambangan,” tegas Heriyus dalam keterangan resminya.

Kawasan pertambangan kerap menjadi titik sumbu yang sensitif jika komunikasi antara korporasi, masyarakat, dan pemerintah tersumbat. Melalui turun lapangan (turba) ini, Pemkab Murung Raya berharap bisa membangun jembatan pemahaman yang sama demi meminimalisasi konflik horizontal maupun vertikal.

Pemerintah Kabupaten Murung Raya berharap kunjungan ini menelurkan kebijakan yang berkeadilan, di mana eksploitasi alam tidak boleh mengorbankan hak-hak masyarakat adat dan warga lokal.

“Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga harmoni sosial, kelancaran operasional, serta pemanfaatan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Konut,” tutup Heriyus.

Bagikan: