PURUK CAHULENTERKALIMANTAN.NET

Kabupaten Murung Raya (Mura) tidak ingin sekadar menjadi penggembira di ajang tahunan bergengsi Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026. Dengan membawa misi besar mengangkat marwah budaya Tana Malai Tolung Lingu, Bupati Murung Raya, Heriyus, turun langsung memastikan kesiapan kontingennya sebelum bertolak ke Kota Palangka Raya.

Langkah konkret ini terlihat saat Bupati Heriyus, didampingi Ketua TP-PKK Mura, Warnita Heriyus, meninjau pematangan akhir para peserta di Aula Rumah Jabatan Bupati, Sabtu (9/5/2026). Fokus pantauan tertuju pada dua pilar utama kontingen: peserta Jagau-Nyai dan Tim Parade Tari Kreasi Daerah.

Dalam arahannya yang tajam, Bupati Heriyus menegaskan bahwa panggung FBIM adalah etalase identitas daerah. Ia meminta seluruh kontingen tampil dengan totalitas tanpa beban, namun tetap menjaga sportivitas.

“Keikutsertaan dalam FBIM bukan sekadar partisipasi. Ini adalah momentum mengangkat marwah daerah, memperkenalkan kekayaan seni-budaya Tana Malai Tolung Lingu, dan membangun jejaring kreatif antardaerah,” tegas Heriyus di hadapan para peserta.

Beliau menambahkan bahwa setiap elemen penampilan—mulai dari detail kostum hingga ekspresi wajah—adalah representasi wajah masyarakat Murung Raya di hadapan publik Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, sinergi antara seniman dan pemerintah daerah menjadi kunci utama untuk melahirkan performa yang berkarakter.

Pemerintah Kabupaten Murung Raya telah menyiapkan dukungan komprehensif, mencakup fasilitasi teknis hingga penguatan aspek psikologis peserta. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DKOP) Murung Raya, Jayadie Y. Dadi, menjelaskan bahwa sesi pemantauan ini berfungsi sebagai simulasi atau uji panggung terakhir.

“Kami ingin memastikan Jagau-Nyai dan Tim Parade Tari Kreasi Daerah tampil prima, percaya diri, dan mampu menerjemahkan nilai kearifan lokal Murung Raya ke dalam karya yang kompetitif,” jelas Jayadie.

Keberangkatan kontingen ini membawa harapan besar bagi sektor pariwisata daerah. Selain mengejar prestasi, partisipasi Murung Raya di FBIM 2026 diproyeksikan sebagai instrumen promosi untuk memperkuat posisi kabupaten tersebut dalam peta kebudayaan dan pariwisata di Bumi Tambun Bungai.

Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan, kontingen Murung Raya optimistis mampu memberikan kejutan dan performa terbaik pada festival budaya terbesar di Kalimantan Tengah tersebut.(Lkg)


Bagikan: