BANJARBARU LENTERAKALIMANTAN.NET

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan berbasis kompetensi bagi pencari kerja yang digelar di Gedung BLK Kalsel, Banjarbaru, Kamis (21/5/2026).

Pelatihan yang dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin melalui Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Subhan Nor Yaumil itu mencakup sejumlah program, seperti tata rias kecantikan, menjahit pakaian sesuai style, digital marketing, desainer grafis muda, hingga plate welder 4G-UP PF.

Subhan mengatakan, pelatihan berbasis kompetensi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang di tengah kemajuan teknologi dan persaingan kerja yang semakin ketat.

“Program pelatihan berbasis kompetensi ini merupakan investasi untuk mencetak tenaga kerja yang unggul, produktif, dan mampu bersaing baik di tingkat regional maupun nasional,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2026, tingkat pengangguran terbuka di Kalimantan Selatan berada di angka 3,80 persen yang menunjukkan kondisi ketenagakerjaan daerah terus bergerak ke arah positif.

Meski demikian, Subhan mengingatkan tantangan dunia kerja ke depan akan semakin dinamis, terutama menghadapi transformasi teknologi, perkembangan industri, serta perubahan kebutuhan pasar kerja.

“Pelatihan vokasi seperti ini menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus membuka peluang kerja dan peluang usaha baru bagi masyarakat,” katanya.

Menurutnya, sektor tata rias kecantikan memiliki peluang besar di Kalimantan Selatan seiring tingginya kebutuhan jasa rias untuk pernikahan, wisuda, dan berbagai kegiatan masyarakat lainnya.

Selain itu, potensi usaha restorasi kendaraan dan pengelasan juga dinilai menjanjikan karena meningkatnya minat terhadap kendaraan retro dan modifikasi kendaraan lama.

“Kemampuan teknis seperti pengelasan dan rekondisi kendaraan dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi tenaga kerja lokal apabila terus dikembangkan melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar,” jelasnya.

Subhan pun berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan terus meningkatkan kemampuan diri.

“Jangan pernah cepat puas, karena dunia kerja terus berkembang dan membutuhkan sumber daya manusia yang mau belajar sepanjang hayat,” tegasnya.

Ia juga meminta para instruktur dan penyelenggara memberikan pendampingan terbaik kepada peserta, tidak hanya dalam aspek keterampilan teknis, tetapi juga etos kerja, kedisiplinan, komunikasi, dan semangat inovasi(mckalsel/lnk).

Bagikan: