
Banjarbaru – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pelatihan peningkatan kapasitas penanganan kegawatdaruratan bagi aparatur pemadam kebakaran. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi personel agar lebih siap menghadapi berbagai situasi darurat di lapangan.
Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 25 anggota Damkar Provinsi Kalsel dengan menghadirkan narasumber dari UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.
Materi yang diberikan meliputi penanganan luka terbuka dan tertutup, penanganan patah tulang, dislokasi, trauma akibat kecelakaan, hingga teknik evakuasi dan pemindahan korban ke lokasi yang lebih aman.
Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan Dany Matera Saputra melalui Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Maulana Fatahillah, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan teknis personel Damkar.
Menurutnya, para anggota Damkar sebenarnya telah memiliki kemampuan dasar dalam penanganan kegawatdaruratan, namun pelatihan ini menjadi sarana untuk memperbarui pengetahuan serta meningkatkan keterampilan yang lebih spesifik.
“Anggota kita sebenarnya sudah memiliki dasar, tetapi masih pada level dasar. Melalui kegiatan ini, kita perbarui pengetahuan mereka, kita tingkatkan lagi kapasitasnya agar lebih siap dalam menangani berbagai kondisi darurat di lapangan,” kata Maulana di Banjarbaru.
Ia menjelaskan, berbagai kondisi kegawatdaruratan yang ditangani Damkar cukup beragam, mulai dari masyarakat yang pingsan di area publik hingga kecelakaan lalu lintas yang sebagian besar merupakan kecelakaan tunggal.
“Di kawasan perkantoran, termasuk sekitar Kantor Gubernur, cukup sering terjadi kejadian seperti masyarakat pingsan maupun kecelakaan tunggal, misalnya kendaraan yang masuk ke parit. Selain itu, di pos-pos siaga seperti saat banjir, kejadian darurat juga masih sering terjadi,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, Maulana berharap kemampuan teknis personel Damkar semakin meningkat sehingga penanganan di lapangan dapat dilakukan secara tepat dan profesional.
“Harapannya tentu peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan personel. Dengan begitu, penanganan bisa lebih tepat, risiko kesalahan dapat diminimalkan, dan yang paling utama adalah memberikan rasa aman serta keselamatan bagi masyarakat,” pungkasnya(mckalsel/lnk).










