BANJARBARULENTERAKALIMANTAN.NET

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar aksi kemanusiaan berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis di Kantor BPBD Kalsel, Banjarbaru, Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan solidaritas sosial di tengah rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026.

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, menyatakan bahwa aksi ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Radar Wajar Peduli serta Komunitas Masyarakat Indonesia (KMI) Kota Banjarbaru.

“Hari ini kami melaksanakan donor darah serta pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bagian dari rangkaian Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026,” ujar Ronny di sela-sela kegiatan.

Antusiasme masyarakat dalam aksi ini tergolong tinggi. Meski target awal yang dipatok panitia sebanyak 80 pendonor, jumlah pendaftar justru melampaui target tersebut. “Alhamdulillah, yang terdaftar sudah lebih dari 90 orang. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya Radar Wajar Peduli dan KMI Banjarbaru,” tambahnya.

Penguatan Mitigasi Pasca-Puncak HKB Ronny menjelaskan bahwa aksi donor darah ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan panjang peringatan HKB 2026 yang puncaknya telah diperingati pada 26 April lalu. Menurutnya, BPBD Kalsel terus berupaya menjaga momentum kesiapsiagaan daerah, tidak hanya saat puncak peringatan tetapi secara berkelanjutan.

Sebelum aksi kemanusiaan ini, BPBD Kalsel telah menggelar desk relawan di Kiram, Awang Bangkal, Kabupaten Banjar. Fokus utama kegiatan tersebut adalah pendataan dan sinkronisasi kekuatan relawan di Kalimantan Selatan.

“Dalam kegiatan itu, kami melakukan sinkronisasi data terkait jumlah relawan, peralatan, serta pembaruan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan bencana. Selain itu, juga diberikan pembekalan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di tahun 2026,” jelas Ronny.

Melalui integrasi kegiatan sosial dan penguatan mitigasi teknis, BPBD Kalsel berharap dapat meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya kesiapsiagaan bencana sekaligus mempererat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat luas dalam menghadapi potensi risiko bencana di wilayah Kalimantan Selatan.(mckalsel/lnk)


Bagikan: