
MURUNG RAYA – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Kasus kenakalan remaja yang kian mengkhawatirkan di berbagai daerah menjadi alarm keras bagi para orang tua. Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Olivia Wiswanti, S.E., M.M., menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini tidak bisa hanya dibebankan kepada guru di sekolah. Ia menyerukan agar keluarga kembali mengambil peran sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter anak.
Menurut Olivia, menyerahkan pendidikan etika dan adab sepenuhnya kepada tenaga pengajar adalah kekeliruan fatal. Fondasi nilai dan budi pekerti sejatinya harus disemai jauh sebelum anak melangkah ke ruang kelas.
“Pendidikan bukan hanya urusan rapor dan ruang kelas. Untuk urusan adat istiadat, etika, dan adab, tanggung jawab terbesar justru ada pada kita sebagai orang tua,” ujar Olivia dalam keterangannya, Minggu, 26 April 2026.
Dalam pandangan politisi yang akrab disapa Srikandi Parlemen ini, ketika keluarga abai dalam pengawasan, ruang kosong tersebut akan diisi oleh pengaruh lingkungan yang tidak terkontrol, termasuk arus negatif dunia digital. Ia menekankan bahwa anak cenderung menjadi peniru ulung atas perilaku orang dewasa di sekitarnya.
“Kita tidak bisa menuntut anak berakhlak mulia jika kita sendiri absen memberi contoh. Anak lebih banyak meniru daripada mendengar,” tegasnya.
Olivia mendorong agar peran tokoh adat dan tokoh masyarakat kembali dihidupkan sebagai kompas moral bagi generasi muda. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan rumah sebagai “madrasah” pertama, di mana dialog hangat dan keteladanan konsisten menjadi benteng kokoh dalam tumbuh kembang anak.
Untuk menciptakan ekosistem yang aman, Olivia mengusung konsep sinergi Empat Arus Penggerak Bangsa. Model ini melibatkan:
◼️Pemerintah: Melalui kebijakan perlindungan anak yang konkret.
◼️Dunia Usaha: Lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berorientasi pada keluarga.
◼️Kaum Cendekia: Berperan sebagai pemandu literasi dan nalar kritis.
◼️Keluarga dan Komunitas Madani: Sebagai penjaga nilai-nilai dasar.
Ia menekankan bahwa pendekatan terhadap kenakalan remaja tidak boleh hanya bersifat represif. Sebaliknya, upaya preventif berbasis penguatan nilai keluarga harus menjadi arus utama.
Sebagai wakil rakyat, Olivia memastikan DPRD Murung Raya akan terus mengawal regulasi yang mendukung ketahanan keluarga. Ia memandang bahwa anak adalah aset peradaban yang nasibnya ditentukan oleh kualitas pengasuhan saat ini.
“Ketika keluarga bergerak aktif mendidik dengan cinta dan keteladanan, maka kita sedang menyelamatkan masa depan Murung Raya. Sebab generasi yang beradab tidak lahir dari kebetulan, melainkan dari kesengajaan yang dirawat bersama,” pungkasnya.
Dengan langkah preventif ini, Olivia berharap Murung Raya dapat menekan angka kenakalan remaja melalui kolaborasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, bukan sekadar kebijakan di atas kertas.(Lkg)











