TANJUNG –  LENTERAKALIMANTAN.NET

Polsek Bintang Ara Polres Tabalong mengambil langkah taktis guna mengejar target Swasembada Pangan 2026. Berkolaborasi dengan Kelompok Tani Ngudi Mulyo II, mereka resmi memulai penanaman jagung hibrida Kuartal II di atas lahan seluas satu hektare di Desa Usih RT 02, Kecamatan Bintang Ara, Kabupaten Tabalong, pada Selasa (2/6/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari intervensi kepolisian di tingkat akar rumput untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Kendati demikian, proyeksi panen raya yang dibidik pada September 2026 mendatang dipastikan harus melewati tantangan alam yang tidak mudah.

Komoditas yang dipilih dalam proyeksi kali ini adalah jagung pakan merek Titian varietas hibrida RK 19. Penanaman memanfaatkan lahan milik warga setempat bernama Selamet, yang kini menjadi salah satu kawasan binaan ketahanan pangan Polsek Bintang Ara.

Secara teknis, petani menerapkan pola tanam tumpangsari dengan metode pengolahan tanah manual (sistem ditugal). Seluruh proses pemeliharaan ke depan akan dikomandoi langsung oleh Kelompok Tani Ngudi Mulyo II Desa Argo Mulyo.

Gerakan tanam serentak ini dihadiri oleh lintas sektoral. Mulai dari Kapolsek Bintang Ara IPTU Hartanto; Tim Kerja Kabupaten Tabalong Wilayah Kecamatan Bintang Ara, Irwan Sanjaya, S.P.; Koordinator BPP Kecamatan Bintang Ara, Sa’adillah, S.St.; jajaran penyuluh pertanian; hingga Kepala Desa Usih, H. Bahrudin, S.Ag.

Meskipun persiapan dinilai matang, produktivitas lahan satu hektare ini belum bisa diestimasi secara mutlak. Redaksi mencatat ada sejumlah variabel krusial yang membayangi nasib tanaman jagung hingga tiga bulan ke depan.

Faktor utamanya adalah pasokan air. Hingga saat ini, sistem pengairan di lokasi tersebut masih berstatus tadah hujan dan mengandalkan penyiraman manual. Skema ini menaruh risiko tinggi jika wilayah Tabalong dihantam musim kemarau panjang dalam waktu dekat, mengingat distribusi air manual kerap tidak merata dan mengancam pertumbuhan vegetatif jagung.

Selain problem hidrologi, petani juga diwajibkan melakukan ronda intensif guna menghalau serangan hama endemik. Berdasarkan pemetaan di lapangan, kawasan tersebut rawan terhadap gangguan babi hutan, monyet, tupai, hingga serangan hama ulat pengerek batang.

Menyikapi tantangan dan peluang dalam program ini, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, menegaskan bahwa kepolisian tidak akan lepas tangan setelah proses penanaman selesai.

Melalui Kasi Humas Polres Tabalong IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., pihak kepolisian menyatakan komitmennya untuk mengawal proyek ini hingga masa panen tiba. Sinergi ini disebut sebagai bentuk dukungan konkret Polri terhadap program strategis pemerintah pusat.

“Melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani, diharapkan program penanaman jagung ini dapat berjalan optimal dan memberikan hasil yang baik. Polri akan terus melakukan pendampingan serta monitoring terhadap perkembangan tanaman sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar IPTU Heri Siswoyo, Selasa (2/6/2026).

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas penanaman jagung Kuartal II di Desa Usih dilaporkan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif berkat dukungan penuh dari masyarakat adat dan petani setempat.

Bagikan: