
TABALONG – LENTERAKALIMANTAN.NET
Di atas hamparan lahan pribadi seluas dua hektare di Desa Argo Mulyo, Kecamatan Bintang Ara, sebuah pertaruhan ketahanan pangan sedang dipersiapkan. Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Mulyo 2 kini tengah berada dalam pantauan ketat otoritas gabungan guna memastikan kesiapan penanaman jagung pakan hibrida yang dijadwalkan pada pengujung Mei 2026.
Langkah ini dipertegas melalui peninjauan langsung koordinasi dan pengecekan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) yang melibatkan jajaran Polsek Bintang Ara, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunakkan), serta Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) pada Rabu, 29 April 2026.
Meski menjadi tumpuan harapan, operasional lahan yang dikelola oleh Suharno dan Suratno ini bukannya tanpa hambatan. Hasil verifikasi lapangan menunjukkan bahwa kedaulatan pangan di wilayah ini masih sangat bergantung pada kemurahan alam.
◾Sistem Pengairan: Sepenuhnya mengandalkan sistem tadah hujan karena belum tersedianya infrastruktur irigasi permanen.
◾Pola Tanam: Menggunakan kombinasi monokultur dan tumpang sari di antara tegakan pohon karet.
◾Risiko Hama: Ancaman serangan monyet, tupai, hingga ulat menjadi variabel krusial yang dapat mengganggu produktivitas dari fase tanam hingga panen.
Koordinator BPP Kecamatan Bintang Ara, Sa’adillah, S.ST, bersama tim penyuluh lapangan, mengonfirmasi bahwa pengecekan ini krusial untuk memetakan mitigasi risiko sebelum bibit disebar ke tanah.
Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J, melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo, menegaskan bahwa kehadiran Polri bukan sekadar pengawasan administratif, melainkan bentuk pendampingan berkelanjutan dalam program ketahanan pangan nasional.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan serta pengawasan di lapangan guna memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal, serta membantu para petani dalam menghadapi berbagai kendala, baik faktor cuaca maupun serangan hama,” tegas Iptu Heri Siswoyo pada Kamis, 30 April 2026.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor antara aparat penegak hukum, instansi pertanian, dan petani lokal adalah kunci utama mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Tabalong.
Dalam pengecekan tersebut, turut hadir Kanit Propam Polsek Bintang Ara Bripka Hendra, Bhabinkamtibmas Brigadir Erwan Supianor, serta perwakilan Disbunakkan Havif. Kehadiran unsur kepolisian dan penyuluh ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap tahap—mulai dari persiapan lahan hingga pasca panen—mendapatkan pengawalan teknis dan keamanan yang memadai.
Program jagung pakan hibrida ini diharapkan menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus memperkuat rantai pasok pakan ternak di Kalimantan Selatan, meski tantangan geografis dan cuaca tetap menjadi catatan merah yang perlu diantisipasi.











