TABALONGLENTERAKALIMANTAN.NET

Keheningan subuh di Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong mendadak pecah. Sebuah bangunan penting yang difungsikan sebagai tempat pendidikan TK Al-Qur’an sekaligus pusat pelayanan Posyandu warga setempat, ludes dilalap si jago merah pada Selasa, 9 Juni 2026 dini hari.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.25 WITA tersebut menghanguskan hampir seluruh struktur bangunan. Karena sebagian besar materialnya berbahan kayu, api dengan cepat menjalar dan menyisakan puing-puing dengan tingkat kerusakan mencapai 90 persen.

Petaka ini pertama kali disadari oleh Kamran (65), seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. Ia terperanjat dari tidurnya saat melihat kobaran api sudah membubung tinggi dan melahap bangunan eks Kantor Desa Tanta Hulu RT 04 tersebut.

Dalam kondisi panik, Kamran langsung berteriak meminta pertolongan. Warga yang terjaga kemudian berhamburan keluar rumah, mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya, sembari menghubungi Unit Pemadam Kebakaran Swadaya (UPBS) Kecamatan Tanta.

Armada pemadam kebakaran bersama gabungan UPBS tiba di lokasi beberapa saat kemudian. Melalui bahu-membahu bersama warga, amukan api akhirnya berhasil dikuasai secara total pada pukul 04.20 WITA.

Aparat kepolisian bergerak cepat merespons insiden ini. Personel Polsek Tanta yang dipimpin langsung oleh Kapolsek IPDA Aris Sufariyadi, SH, MH., segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata di lapangan.

Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Meski demikian, kerugian materiil yang dialami desa tergolong besar mengingat fungsi vital bangunan tersebut.

“Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, bangunan bekas kantor desa yang digunakan sebagai sarana pendidikan TK Al-Qur’an dan pelayanan Posyandu mengalami kerusakan berat dengan nilai kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta,” ujar IPTU Heri Siswoyo.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya titik api di bangunan publik tersebut masih diselimuti misteri dan berada dalam proses penyelidikan intensif pihak kepolisian.(humrestab)

Bagikan: