TABALONGLENTERAKALIMANTAN.NET

Ambisi pemerintah mewujudkan Swasembada Pangan 2026 mulai diuji dari petak-petak sawah tadah hujan di Kalimantan Selatan. Di Desa Batang Banyu, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kelompok Tani Sumber Rezeki kini tengah berkejaran dengan waktu dan cuaca. Guna memastikan program nasional ini tak layu di tengah jalan, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Banua Lawas turun langsung ke lapangan melakukan monitoring ketat terhadap pertumbuhan komoditas jagung kuartal II pada Kamis pagi, 11 Juni 2026.

Langkah taktis ini dikawal langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Batang Banyu, Bripka Dwi Sasmito. Dari hasil cek fisik di lahan pertanian, hamparan jagung hibrida varietas Titian 19 yang baru berumur sekitar dua pekan itu dilaporkan tumbuh subur dengan tinggi rata-rata mencapai 15 sentimeter. Jika berjalan sesuai rencana, komoditas ini diproyeksikan memasuki masa panen raya pada September 2026 mendatang.

Namun, di balik hijaunya tunas muda tersebut, para petani sebenarnya sedang menghadapi ujian klasik: keterbatasan infrastruktur air. Lahan di Desa Batang Banyu sepenuhnya mengandalkan sistem tanam tugal dengan pasokan air yang bertumpu pada curah hujan serta penyiraman manual.

Ketergantungan yang tinggi pada alam ini memicu kekhawatiran baru. Pola penyiraman manual tidak hanya menguras tenaga dan waktu para petani, tetapi juga memicu risiko distribusi air yang tidak merata. Dampak fatalnya, pertumbuhan jagung terancam tidak seragam jika musim kemarau panjang tiba lebih cepat. Selain ancaman kekeringan, kelompok tani setempat juga harus bersiaga penuh mengantisipasi serangan hama yang sewaktu-waktu dapat menggerogoti potensi hasil panen yang hingga kini kalkulasinya belum bisa dipastikan.

Merespons dinamika di lapangan, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen institusi dalam mengawal stabilitas pangan nasional.

Melalui Kasi Humas Polres Tabalong, IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., pihak kepolisian menyatakan akan terus mengawal keringat para petani dari hulu hingga hilir.

“Kami melalui jajaran Bhabinkamtibmas terus melakukan pendampingan dan monitoring terhadap kegiatan pertanian masyarakat. Kehadiran Polri di tengah para petani diharapkan dapat memberikan motivasi serta membantu mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan,” ujar IPTU Heri Siswoyo pada Kamis (11/06).

Heri menambahkan, intervensi dan deteksi dini terhadap kendala petani adalah kunci keberhasilan program ini. “Semoga tanaman jagung yang saat ini tumbuh dengan baik dapat menghasilkan panen yang optimal dan mendukung terwujudnya swasembada pangan tahun 2026.”

Bagikan: