TANAH BUMBU – LENTERAKALIMANTAN.NET
Demam Piala Dunia 2026 tidak hanya melanda tribun stadion, tetapi juga merambah hingga ke pelataran Markas Kepolisian Resor (Polres) Tanah Bumbu dan seluruh Kepolisian Sektor (Polsek) jajarannya. Pihak kepolisian sengaja membuka pintu komando luas-luas untuk memfasilitasi nonton bareng (nobar) gratis demi mendekatkan diri dengan masyarakat.
Langkah humanis ini memicu antusiasme tinggi. Sejak kick-off pertandingan dimulai, ruang-ruang terbuka di Mako Polres dan Polsek jajaran langsung disesaki warga. Mulai dari kelompok pemuda, tokoh masyarakat, hingga rombongan keluarga larut dalam atmosfer pertandingan, duduk berdampingan tanpa sekat dengan para personel berbaju cokelat.
Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Arief Prasetya, S.I.K., M.Med.Kom., yang ikut membaur di tengah kerumunan penonton, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar urusan mencari hiburan gratis. Ada misi kultural untuk mengubah wajah kepolisian agar lebih persuasif.
“Melalui kegiatan nobar ini, Polres Tanah Bumbu dan Polsek jajaran tidak hanya menghadirkan sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membangun ruang interaksi yang positif, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa persatuan di tengah keberagaman,” ujar AKBP Arief Prasetya di lokasi nobar, Minggu (14/6/2026).
Menurut Arief, kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui pendekatan yang cair seperti ini merupakan wujud komitmen nyata untuk meruntuhkan kekakuan antara aparat dan warga. Di sisi lain, momentum ini dimanfaatkan untuk menyelipkan pesan-pesan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara persuasif melalui semangat sportivitas sepak bola.
Solidaritas yang terbangun di atas lantai nobar ini diharapkan mampu meredam potensi gesekan sosial di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.
“Dengan suasana yang penuh keakraban dan kekeluargaan, kegiatan nobar ini menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang senantiasa membangun kedekatan dan kebersamaan dengan seluruh lapisan masyarakat,” tandas Arief.
@ariefprasttd











