PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET
Panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) KORPRI ke-VIII Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah resmi bergulir di Kabupaten Murung Raya. Perhelatan religius yang berlangsung sepanjang 23 hingga 28 Juni 2026 ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum krusial untuk mereformasi spiritualitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dukungan penuh pun mengalir dari parlemen. Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Murung Raya secara resmi menyatakan apresiasi dan komitmennya untuk mengawal kesuksesan agenda akbar tersebut.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Murung Raya, Bebie, menegaskan bahwa MTQ KORPRI memiliki nilai strategis yang melampaui seremoni tahunan. Menurutnya, ajang ini harus menjadi katalisator perubahan mentalitas birokrasi.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan MTQ berjalan lancar dan melahirkan qari-qariah terbaik yang dapat mengharumkan nama Kalimantan Tengah di tingkat nasional,” ujar Bebie saat memberikan keterangan pers bersama jajaran fraksi, Kamis (25/6).
Bebie juga melayangkan apresiasi tinggi kepada pemerintah daerah dan panitia penyelenggara yang telah bekerja ekstra demi menyukseskan acara ini. Ia menekankan bahwa integritas aparatur negara harus berbanding lurus dengan kedalaman spiritualnya.
“MTQ KORPRI menjadi ajang strategis untuk memperkuat nilai keagamaan di lingkungan aparatur sipil negara. Melalui kegiatan ini, ASN diajak tidak hanya unggul dalam tugas pemerintahan, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlak yang baik dalam melayani masyarakat,” tambahnya.
Pernyataan dukungan ini disuarakan secara kolektif oleh seluruh pilar Fraksi PDI Perjuangan Murung Raya. Selain Bebie selaku Ketua Fraksi, hadir pula Sekretaris Fraksi Rumiadi, serta para anggota fraksi: Ahmad Maulana, Frendrich D. Yoca, Nisha Anggraeni, dan Kabik Amaz Jasikha.
Dengan semangat kebersamaan yang solid, Fraksi PDI Perjuangan optimistis bahwa MTQ KORPRI ke-VIII ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh ASN di Kalimantan Tengah. Mereka berharap, selepas kompetisi ini, pelayanan publik di bumi Tanah Tambun Bungai dapat berjalan lebih amanah demi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (Muslim)












