Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya menyoroti tajam tren negatif penggunaan media sosial yang kian mengkhawatirkan di wilayahnya. Fenomena warga yang gemar mengumbar persoalan pribadi hingga viral dinilai berpotensi merusak ruang publik dan memicu perpecahan.
Merespons situasi tersebut, Ketua DPRD Murung Raya, Rumiadi, S.E., S.H., M.H., mengeluarkan imbauan tegas agar seluruh pengguna media sosial lebih bijak dalam menyaring informasi. Langkah ini krusial demi mengantisipasi penyebaran berita bohong (hoax) serta isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) yang dapat mengancam kondusivitas daerah.
“Tidak perlu harus dipublikasikan viral di socmed. Mari kita budayakan Mura berakhlak dan berakal sehat,” ujar Rumiadi di Puruk Cahu, Jumat (26/6)
Rumiadi menyayangkan sikap sebagian masyarakat yang memilih ruang digital sebagai ajang pembuktian atau pelampiasan masalah personal. Menurutnya, masalah yang bersifat pribadi seharusnya diselesaikan secara internal dan kepala dingin melalui jalur kekeluargaan, bukan dilempar ke ranah publik yang provokatif.
Ia menegaskan bahwa etika bermedia sosial yang santun merupakan cerminan langsung dari karakter dan martabat masyarakat Murung Raya. Menahan diri dari membuat unggahan yang memancing kegaduhan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas daerah, terlebih saat ini Murung Raya kerap menggelar berbagai agenda publik yang melibatkan banyak pihak dari luar kabupaten.
Secara khusus, politikus ini juga menaruh harapan besar di pundak generasi muda sebagai motor penggerak perubahan. Pemuda Murung Raya didorong untuk membangun kepribadian sosial yang sehat serta menjunjung tinggi budi luhur.
Alih-alih terjebak dalam arus informasi negatif, generasi penerus ini ditantang untuk tampil di garda terdepan sebagai agen literasi digital. Tugas mereka adalah mengedukasi lingkungan sekitar dan aktif memproduksi konten-konten yang positif serta produktif.
Melalui imbauan resmi ini, lembaga legislatif berharap masyarakat dapat kembali mengedepankan akhlak, nalar sehat, dan semangat kekeluargaan. Dengan begitu, linimasa media sosial di Murung Raya tidak lagi menjadi panggung konflik, melainkan ruang bertukar informasi yang sehat, edukatif, dan memperkuat persatuan.