PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET

Kabupaten Murung Raya resmi menjadi episentrum perhatian se-Kalimantan Tengah seiring digelarnya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Provinsi. Namun, di balik kekhusyukan dan kemegahan agenda yang berpusat di Alun-Alun Jorih Jerah, Puruk Cahu tersebut, masalah penataan lingkungan dan kebersihan justru menjadi sorotan tajam.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Murung Raya, Tuti Marheni, mengingatkan panitia dan pemerintah daerah agar tidak teledor menjaga kebersihan arena selama acara berlangsung dari 23 hingga 28 Juni 2026. Menurutnya, kebersihan visual adalah cerminan kesiapan daerah dalam menyambut ribuan abdi negara dari berbagai kabupaten dan kota.

“Apalagi acara ini bukan cuma dihadiri oleh masyarakat Murung Raya saja, tetapi dari semua Kabupaten se-Kalimantan Tengah,” ujar Tuti Marheni kepada media, Jumat, 26 Juni 2026.

Politikus perempuan ini menegaskan bahwa area kegiatan harus dipantau secara berkala agar tetap sehat, rapi, dan estetis. Bagi Tuti, MTQ KORPRI bukan sekadar rutinitas seremoni keagamaan, melainkan pertaruhan citra dan wajah Kabupaten Murung Raya di mata publik luar daerah.

Meski melempar kritik konstruktif soal kebersihan, Tuti tetap memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi solid antara Pemerintah Provinsi Kalteng, Pemkab Murung Raya, Forkopimda, hingga jajaran panitia yang berhasil menukangi agenda skala provinsi ini.

Lebih jauh, ia berharap esensi dari lantunan ayat suci di mimbar MTQ dapat meresap ke dalam birokrasi. Momentum ini harus menjadi pemacu semangat bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendongkrak keimanan, takwa, integritas, dan akhlak mulia.

Tuti memandang ajang ini sebagai ruang rekonsiliasi karakter, mempererat silaturahmi, sekaligus penguat nilai pelayanan publik. Target akhirnya adalah melahirkan aparatur yang profesional dan tulus melayani masyarakat, selaras dengan jargon: “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh, Kalteng Semakin Berkah”.

MTQ VIII KORPRI ini telah ditabuh pada Rabu malam, 24 Juni 2026, di arena utama Alun-Alun Jorih Jerah. Seremoni pembukaan dijadwalkan dipimpin langsung oleh Agustiar Sabran, yang diwarnai parade rangkaian kegiatan keagamaan serta seni Islami.

Di akhir keterangannya, Tuti mengaku optimistis bahwa perhelatan ini akan rampung dengan sukses dan lancar. Kendati demikian, catatan kritis mengenai manajemen kebersihan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus dikawal ketat hingga penutupan acara nanti demi dampak positif yang menyeluruh bagi masyarakat lokal.

(Muslim)

Bagikan: