Laung Tuhup – LENTERAKALIMANTAN.NET-

Warga Desa Lakutan, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya, menuntut tindakan cepat Pemerintah Daerah. Fokus tuntutan itu sederhana dan mendesak: perbaiki jembatan darurat agar minimal layak pakai sebelum korban jiwa kembali terjadi.

Fakta di lapangan tidak bisa ditoleransi. Jembatan darurat adalah satu satunya jalur darat ke desa tetangga dan pusat kecamatan, namun kondisinya kritis. Struktur kayu lapuk, tanpa railing pengaman, dan fondasi yang terkikis saat air naik. Anak sekolah, petani, dan pengendara roda dua dipaksa mengambil risiko setiap hari hanya untuk bergerak.

Risiko itu sudah berbiaya tinggi. Distribusi pupuk dan hasil pertanian terhenti saat hujan. Akses ke puskesmas dan pasar terputus. Ketidakpastian akses ini mematikan produktivitas dan memperbesar ketimpangan layanan dasar antara Desa Lakutan dan wilayah lain di Laung Tuhup.

Pemerintah Daerah melalui Dinas PUPR dan OPD teknis harus hadir dengan intervensi darurat yang terukur. Penguatan struktur, pemasangan pengaman sisi jembatan, dan perbaikan lantai bukan proyek besar, tetapi langkah minimum untuk mencegah laka. Tanpa langkah ini, narasi pembangunan daerah akan kalah oleh fakta infrastruktur yang mengancam nyawa.

“Selama ini kami hanya diberi jembatan darurat yang membahayakan. Kami tidak minta mewah, kami minta aman. Pemerintah Daerah harus turun cepat, minimal buat jembatan darurat yang layak pakai supaya tidak ada lagi laka. Ini soal keselamatan warga,” tegas P. Dastan melalui unggahan di Facebook Group.