LAUNG TUHUPLENTERAKALIMANTAN.NET-

Akses darat tunggal yang menghubungkan Desa Lakutan, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya menuju pusat kecamatan kini berada dalam kondisi kritis dan mengancam keselamatan warga. Pemerintah Daerah (Pemda) setempat didorong untuk segera melakukan intervensi darurat sebelum infrastruktur yang lapuk tersebut memakan korban jiwa.

Jembatan kayu yang menjadi urat nadi satu-satunya bagi anak sekolah, petani, dan pengendara roda dua ini dilaporkan mengalami kerusakan parah. Berdasarkan pantauan di lapangan, struktur kayu jembatan telah lapuk, tidak memiliki railing (pagar) pengaman, serta fondasinya kian terkikis setiap kali volume air sungai meningkat.

Dampak dari pembiaran infrastruktur ini mulai melumpuhkan roda perekonomian dan sosial warga setempat. Saat intensitas hujan tinggi, distribusi pupuk serta hasil pertanian warga dilaporkan mandek total. Tidak hanya itu, akses krusial menuju fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan pasar kecamatan kerap terputus, yang memperlebar ketimpangan layanan dasar di wilayah Laung Tuhup.

Warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait untuk segera turun ke lapangan. Intervensi jangka pendek yang terukur—seperti penguatan struktur fondasi, pemasangan pagar pengaman, dan perbaikan lantai jembatan—dinilai mendesak untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka).

Keluhan ini juga telah ramai disuarakan di jagat maya oleh masyarakat yang jengah dengan lambatnya respons pemerintah. Warga menuntut hak paling mendasar mereka, yakni rasa aman saat bermobilitas.

“Selama ini kami hanya diberi jembatan darurat yang membahayakan. Kami tidak minta mewah, kami minta aman. Pemerintah Daerah harus turun cepat, minimal buat jembatan darurat yang layak pakai supaya tidak ada lagi laka. Ini soal keselamatan warga,” tegas seorang warga, P. Dastan, melalui unggahannya di grup Facebook lokal.

Hingga berita ini diturunkan, Sabtu (27/6) narasi pembangunan daerah yang kerap digaungkan Pemda Murung Raya dinilai kontras dengan realitas infrastruktur di Desa Lakutan yang justru mengancam nyawa warganya sendiri setiap hari.

(Muslim)

Bagikan: