PT

Puruk cahu LENTERAKALIMANTAN.NET

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Murung Raya, Kalimantan Tengah, menuai sorotan positif berkat terobosan pelayanan kesehatan inklusif yang memanusiakan pasien dari kelas sosial terbawah. Tidak hanya menggratiskan biaya pengobatan, rumah sakit milik pemerintah daerah ini juga menerapkan kebijakan progresif berupa pemberian bantuan tunai harian sebesar Rp100.000 bagi keluarga pasien rawat inap untuk meringankan beban operasional mereka.

Kebijakan ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat pedalaman, salah satunya Elsa Sundari, warga Desa Tumbang Masao, Kecamatan Sumber Barito. Elsa, yang harus menempuh perjalanan jauh demi mengantarkan keluarganya berobat, mengaku terkejut dengan efisiensi birokrasi dan kesetaraan layanan di RSUD Murung Raya.

“Kami datang dari jauh untuk berobat. Kami merasa bangga dan bersyukur karena dilayani dengan baik sesuai harapan Pemerintah Daerah,” ujar Elsa kepada wartawan.

Menurut Elsa, transformasi pelayanan di RSUD Murung Raya terlihat dari hilangnya sekat diskriminasi antara pasien mampu dan kurang mampu. Semua pasien mendapatkan hak medis dan fasilitas administrasi yang setara tanpa dipersulit.

Selain komitmen terhadap kesetaraan layanan, instrumen pendukung finansial menjadi pembeda utama RSUD Murung Raya dari fasilitas kesehatan lainnya. Berdasarkan kesaksian pasien, program pengobatan gratis di rumah sakit ini diperkuat dengan skema bantuan tunai pendamping.

Setiap dua orang pasien yang selesai menjalani perawatan (rawat inap) berhak menerima santunan tunai sebesar Rp100.000 per hari. Dana stimulan ini dialokasikan untuk menyokong kebutuhan logistik keluarga yang menjaga pasien selama masa perawatan di rumah sakit.

Dampak dari integrasi antara jaminan kesehatan gratis dan bantuan harian ini berhasil mengikis kecemasan finansial warga, terutama mereka yang tinggal di wilayah pelosok atau berpenghasilan rendah. Kepercayaan publik terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah pun meningkat drastis.

Elsa berharap pola pelayanan responsif dan humanis ini tidak sekadar menjadi program musiman, melainkan standarisasi jangka panjang yang wajib ditiru oleh rumah sakit lain di wilayah Kalimantan Tengah.

“Pelayanan tanpa sekat menjadi kunci meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah,” pungkasnya.

Reporter: Suara akar rumput

Bagikan: