PURUK CAHU — LENTERAKALIMANTAN.NET
Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, resmi memulai langkah taktis dalam menekan angka tengkes (stunting). Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3ADALDUKKB), pemerintah daerah menggelar Rapat Koordinasi untuk mengeksekusi Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar kelompok rentan “3B”: balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Rapat krusial yang menggodok teknis penyaluran ini berlangsung di Ruang Rapat Kantor DP3ADALDUKKB Murung Raya, Selasa, 9 Juni 2026.
Pada fase perdana ini, pemerintah menetapkan kuota yang sangat selektif, yakni hanya untuk 100 penerima manfaat. Untuk memastikan intervensi gizi berjalan optimal, distribusi bantuan pangan ini akan difokuskan secara spesifik di dua wilayah prioritas, yaitu Desa Danau Usung dan Kelurahan Puruk Cahu.
Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi langsung pemerintah daerah dalam mengatrol status gizi masyarakat, khususnya kelompok yang berada dalam fase krusial pertumbuhan.
Demi menjamin keberlanjutan dan kualitas asupan yang diberikan, DP3ADALDUKKB Murung Raya tidak bergerak sendiri. Program ini dijalankan melalui kolaborasi taktis dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Yayasan Kemala Bhayangkari.
Dalam koordinasi tersebut, pembahasan tidak hanya mandek pada tataran konsep, melainkan langsung membedah aspek teknis pelaksanaan di lapangan. Ada tiga poin utama yang menjadi fokus pembahasan para peserta rapat:
-
Akurasi Data: Validasi ulang data penerima manfaat kelompok 3B agar tidak tumpang tindih.
-
Mekanisme Penyaluran: Formula distribusi makanan agar tetap higienis dan tepat waktu sampai ke tangan target.
-
Sistem Pengawasan: Pengetatan kontrol di lapangan guna mengantisipasi bantuan salah sasaran.
“Pemerintah daerah berharap program ini dapat meningkatkan status gizi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, serta mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Murung Raya,” tulis perwakilan pemerintah daerah dalam pernyataan resminya terkait tujuan jangka pendek program ini.
Di luar pemenuhan nutrisi harian, program Makan Bergizi Gratis ini sejatinya dipandang sebagai investasi jangka panjang yang krusial bagi lini masa depan Murung Raya.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa pemenuhan gizi sejak dini—terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)—adalah kunci utama untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas. Melalui pemenuhan nutrisi yang terukur dan tepat sasaran ini, kualitas kesehatan masyarakat diharapkan terdongkrak secara simultan, sekaligus menjadi fondasi utama dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di masa depan.











