PURUK CAHU –  LENTERAKALIMANTAN.NET

Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Olivia Wiswanti, S.E., M.M., melayangkan kritik sekaligus pesan reflektif kepada para calon mahasiswa baru yang akan memasuki perkuliahan tahun ajaran 2026. Olivia menyentil fenomena dunia kampus yang kerap terjebak pada formalitas pengejaran nilai akademik, ketimbang pembentukan karakter dan kepekaan sosial.

Ia menegaskan bahwa bangku kuliah seharusnya tidak sekadar menjadi jalur formal demi selembar ijazah atau gelar sarjana.

“Pengetahuan adalah bahan mentah. Pengalamanlah yang memprosesnya menjadi kebijaksanaan, nilai, dan keberanian untuk bertindak,” ujar Olivia saat memberikan wejangan menyambut tahun ajaran baru di Murung Raya, Selasa (26/5/26)

Menurut politikus perempuan ini, kampus idealnya bertransformasi menjadi laboratorium kehidupan. Di ruang itulah, para mahasiswa baru dituntut untuk berani gagal, beradaptasi, dan menemukan jati diri yang sebenarnya—sesuatu yang tidak akan pernah mereka temukan jika hanya duduk diam di dalam ruang kuliah.

Sebagai wakil rakyat, Olivia memotret ada benang merah yang putus antara dunia akademik dan realitas sosial di lapangan. Ia melihat banyak lulusan perguruan tinggi saat ini yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi, namun gagap dan kurang peka saat dihadapkan pada persoalan riil di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, ia mendorong mahasiswa baru untuk berani melompat keluar dari zona nyaman. Keterlibatan aktif dalam organisasi kemahasiswaan, aksi sosial, dan ruang diskusi lintas disiplin ilmu menjadi instrumen wajib yang harus dilalui.

“Kecerdasan akademik yang tidak dibarengi empati dan keberanian sosial akan sulit melahirkan agen perubahan yang dibutuhkan daerah,” tutur Olivia tajam.

Di akhir keterangannya, Olivia berharap agar masa perkuliahan benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang pembentukan karakter yang utuh. Output dari perguruan tinggi, khususnya bagi putra-putri daerah Murung Raya, harus berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan memiliki akar yang kuat pada nilai-nilai kebersamaan.

“Jadikan setiap pengalaman sebagai guru. Bangsa ini tidak hanya butuh sarjana cerdas, tetapi juga pemimpin muda yang berani, peduli, dan siap mengabdi,” pungkasnya.(Lkg)

Bagikan: