Mangkunjung – LENTERAKALIMANTAN.NET
Sebuah kesalahpahaman komunikasi sempat memicu kepanikan massal di Kabupaten Murung Raya. Andi Irawan (26), pemuda asal Desa Tumbang Bana, Kecamatan Laung Tuhup, yang dilaporkan hilang misterius selama tiga hari, akhirnya ditemukan dalam kondisi sehat walafiat. Menariknya, Andi sama sekali tidak mengalami musibah, melainkan hanya sedang beristirahat di rumah neneknya di kawasan Mangkunjung.
Titik terang hilangnya Andi bermula ketika pihak keluarga mendapati pemuda tersebut berada di kediaman sang nenek pada Rabu, 20 Mei 2026, sekitar pukul 15.41 WIB. Andi diketahui tiba di sana menggunakan sepeda motor Honda CRF warna putih dengan tujuan awal untuk beristirahat dan berganti pakaian. Namun, karena Andi tidak memberi tahu pihak keluarga mengenai rencana dan keberadaannya, komunikasi pun terputus total. Anggota keluarga yang mendapati ponsel Andi tak bisa dihubungi langsung berasumsi terjadi hal buruk.
Sebelumnya, hilangnya Andi sempat memobilisasi aparat penegak hukum dan perangkat daerah. Pihak keluarga yang panik langsung bergerak cepat melayangkan laporan kehilangan resmi ke Polres Murung Raya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, hingga menyebarkannya melalui Media Suara Akar Rumput.
Dalam laporan tersebut, ciri-ciri fisik Andi sempat disebar secara masif ke publik: tinggi badan 160 cm, rambut lurus hitam, dengan pakaian terakhir jaket abu-abu PT BMP, celana jins hitam, serta sepatu keselamatan (safety shoes) berwarna cokelat.
Saat dikonfirmasi, perwakilan keluarga tidak dapat menyembunyikan rasa haru sekaligus lega setelah kepanikan berlalu.
“Tiga hari kami diliputi cemas. Hari ini rasa itu berubah menjadi lega. Andi sudah bersama kami, sehat tanpa kekurangan apa pun,” ujar salah satu anggota keluarga pada, Sabtu (23/5/26).
Pihak keluarga juga berharap informasi penemuan ini segera tersebar luas agar masyarakat dan kerabat yang sempat ikut panik mendapatkan kepastian. Mereka menyampaikan apresiasi mendalam kepada media, aparat kepolisian, serta warga yang sempat melakukan pencarian.
Kasus ini menjadi evaluasi penting di lingkungan masyarakat mengenai pentingnya komunikasi yang terbuka di dalam keluarga. Respons cepat aparat memang diperlukan, namun kepastian informasi dari internal keluarga adalah kunci utama sebelum kepanikan meluas ke ruang publik. (Lkg)











