TANJUNG – LENTERAKALIMANTAN.NET
Lahan jagung pakan seluas dua hektare di Desa Uwie, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong, memasuki masa krusial. Tepat pada Selasa, 2 Juni 2026, tanaman monokultur yang telah berusia 105 hari tersebut dijadwalkan memasuki masa panen raya. Panen ini menjadi pertaruhan besar bagi ketahanan pangan lokal di tengah hantaman cuaca ekstrem dan serangan hama.
Sejak pagi, personel Polsek Muara Uya telah bersiaga di lokasi. Kehadiran Aiptu Ferry H, Bripka Donny R, dan Brigadir Hendri di bawah arahan Kapolsek Ipda Rahmadi Ansyar bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan untuk memantau langsung hasil akhir dari program ketahanan pangan nasional di wilayah mereka.
Lahan milik desa yang dikelola oleh Mulyadi ini sejatinya menyimpan cerita perjuangan yang tidak mudah. Sejak bibit mulai ditanam pada 18 Februari 2026 lalu, para petani lokal harus memutar otak akibat cuaca panas ekstrem yang melanda kawasan Tabalong.
“Pertumbuhan tanaman sempat kurang maksimal karena cuaca panas usai masa tanam. Petani terpaksa melakukan tambal sulam di beberapa bagian lahan,” tulis laporan berkala Polsek Muara Uya terkait kendala di lapangan.
Kondisi ini diperparah oleh sistem pengairan lahan yang masih mengandalkan sumur dan sistem tadah hujan. Praktis, nasib hijau atau kuningnya daun jagung sangat bergantung pada pasokan air dari langit. Belum usai urusan air, kelompok tani setempat juga harus bertarung melawan serangan hama ulat yang agresif menggerogoti daun tanaman.
Meski diolah menggunakan traktor modern dan melibatkan tenaga kerja terampil dari kelompok tani lokal, estimasi total tonase hasil panen kali ini diakui belum bisa dipastikan. Tim di lapangan masih harus menunggu seluruh proses pemotongan selesai untuk evaluasi menyeluruh.
Kendati menghadapi rentetan tantangan alam, optimisme tetap diapungkan oleh kepolisian resor setempat. Program ini dianggap sebagai cetak biru (blueprint) penting sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga pasokan pangan daerah.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, melalui Kasi Humas Polres Tabalong IPTU Heri Siswoyo, menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen penuh mengawal sektor pertanian masyarakat dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan.
“Pengecekan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional. Kami berharap hasil panen jagung di Desa Uwie dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Tabalong,” ujar IPTU Heri Siswoyo saat dikonfirmasi, Selasa (2/6).






