TABALONGLENTERAKALIMANTAN.NET

Polsek Muara Uya memperketat pengawasan terhadap proyek percontohan ketahanan pangan di Desa Lumbang, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong. Langkah ini diambil guna memastikan produktivitas lahan jagung pakan seluas satu hektare yang dikelola bersama Pondok Pesantren Islam Littafaquh Wa Irsyad Subur tetap optimal di tengah ketergantungan pada cuaca.

Pada Senin, 8 Juni 2026, dua personel Polsek Muara Uya, Bripka Donny Rekha dan Brigadir Muhajir, diterjunkan langsung ke RT 13 Desa Lumbang untuk memeriksa perkembangan tanaman. Pengecekan ini merupakan instruksi langsung dari Kapolsek Muara Uya, Ipda Rahmadi Ansyar, S.H., sebagai bagian dari komitmen Polri mengawal program swasembada pangan nasional.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, komoditas jagung pakan yang ditanam dengan pola monokultur tersebut kini telah memasuki usia 45 hari sejak masa tanam pada 24 April 2026. Secara umum, kondisi pertumbuhan tanaman dilaporkan cukup baik. Jika tidak ada aral melintang, panen raya diproyeksikan bakal digelar pada 7 Agustus 2026 mendatang, atau saat usia tanaman menginjak 105 hari.

Meski menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, proyek kolaborasi ini menghadapi tantangan teknis di sektor pengairan. Lahan seluas satu hektare tersebut sepenuhnya masih mengandalkan sistem tadah hujan. Akibatnya, faktor anomali cuaca menjadi variabel paling krusial yang menentukan volume produksi akhir.

Untuk mengantisipasi risiko gagal panen, pihak Polsek Muara Uya bersama pengurus Ponpes Islam Littafaquh Wa Irsyad Subur sepakat memperketat pengawasan, terutama dalam mitigasi serangan hama dan optimalisasi pengolahan tanah yang sebelumnya telah digarap menggunakan traktor. Mengenai estimasi total hasil panen, pihak terkait memilih bersikap realistis dan baru akan mengumumkannya saat mendekati masa paruh akhir Agustus nanti.

Secara terpisah, Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo, S.H., M.H., menegaskan bahwa intervensi Polri di sektor domestik pertanian merupakan manifestasi konkrit dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

“Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir mendukung program strategis pemerintah, termasuk di bidang ketahanan pangan,” ujar Iptu Heri Siswoyo.

Iptu Heri menambahkan, lewat skema kemitraan yang solid antara aparat dan lembaga keagamaan seperti pondok pesantren, program ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial belaka. “Melalui pendampingan, monitoring, dan sinergi dengan masyarakat maupun lembaga mitra, diharapkan tanaman jagung yang saat ini tumbuh dengan baik dapat memberikan hasil optimal saat panen sehingga berkontribusi terhadap ketersediaan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pemantauan di kawasan agrikultur Desa Lumbang tersebut dilaporkan berjalan dengan aman dan kondusif.

(humrestab)

Bagikan: