TABALONG –  LENTERAKALIMANTAN.NET

Di tengah ambisi besar pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, sebuah kolaborasi tak biasa sedang diuji di ujung Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Kepolisian Sektor (Polsek) Muara Uya menggandeng Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Islam Littafaquh Wal Irsyad Subur untuk menyulap lahan tidur menjadi ladang jagung pakan produktif.

Pada Senin pagi, 18 Mei 2026, dua personel Polsek Muara Uya, Bripka Donny R dan Brigadir Hendri, tampak menyusuri rimbunnya tanaman jagung di Desa Lumbang RT 13. Kehadiran mereka di sana bukan untuk berpatroli menghalau kriminalitas, melainkan mengecek langsung progres pertumbuhan tanaman jagung binaan yang menjadi tumpuan harapan pangan lokal tersebut.

Kapolsek Muara Uya, Rahmadi Ansyar, menegaskan bahwa pemantauan ini adalah instruksi langsung untuk memastikan proyek percontohan ini berjalan tanpa deviasi. “Personel di lapangan harus memastikan pertumbuhan tanaman jagung pakan binaan ini berjalan dengan baik,” ujarnya pada Senin (18/5/2026).

Taruhan Cuaca di Lahan Satu Hektare

Proyek pangan di Desa Lumbang ini menempati lahan seluas kurang lebih 1 hektare milik Ponpes Nurul Islam. Di atas tanah ini, varietas jagung pakan jenis Titian RK-19 telah ditanam sejak 24 April 2026 dengan menggunakan pola monokultur. Jika kalkulasi di atas kertas tepat, hamparan hijau ini diproyeksikan memasuki masa panen raya pada minggu terakhir Juli 2026.

Meski pengolahan tanah sudah modern dengan memanfaatkan traktor, proyek ini nyatanya masih menyimpan kerentanan besar. Berdasarkan evaluasi lapangan, sistem pertanian di sini sepenuhnya mengandalkan metode tadah hujan.

Kendala Lapangan: Ketergantungan yang sangat tinggi pada curah hujan dan ancaman serangan hama tanaman menjadi hulu ledak yang sewaktu-waktu bisa mengancam target panen jika tidak diawasi secara ketat oleh kelompok tani dan kepolisian.

Komitmen Korps Bhayangkara

Merespons gerakan di akar rumput ini, Kapolres Tabalong Wahyu Ismoyo Jayawardana, melalui Kasi Humas Heri Siswoyo, menyatakan bahwa intervensi Polri dalam dunia pertanian ini adalah bentuk komitmen nyata mendukung program strategis pemerintah.

Pihak kepolisian menegaskan tidak akan melepas proyek ini begitu saja hingga masa krusial panen tiba.

“Kami berharap melalui pendampingan dan pengawasan bersama ini, hasil pertanian jagung pakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Tabalong,” ujar Heri Siswoyo menutup keterangannya.


Bagikan: