BANJARMASINLENTERAKALIMANTAN.NET

Di tengah bayang-bayang ketidakpastian iklim dan fluktuasi harga komoditas, ketahanan pangan kini tak lagi hanya bertumpu pada sawah yang luas, melainkan dari pekarangan rumah. Menyadari hal itu, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalimantan Selatan bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel bergerak cepat menempa kapasitas para kadernya di Banjarmasin, Rabu, 17 Juni 2026.

Langkah taktis ini dikemas dalam agenda “Peningkatan Kapasitas Ketahanan Pangan Keluarga Tahun 2026”. Sebanyak 28 motor penggerak dari pengurus Pokja III TP PKK Provinsi hingga perwakilan Kabupaten/Kota se-Kalsel dikumpulkan. Tujuannya satu: menjadikan ibu-ibu sebagai agen perubahan yang mampu mengubah pekarangan rumah menjadi lumbung pangan mandiri.

Sekretaris TP PKK Kalsel, Rachmah Norlias, yang hadir mewakili Ketua TP PKK Kalsel Hj Fathul Jannah Muhidin, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini adalah kunci membangun keluarga yang berkualitas. Sokongan DPKP terhadap Pokja III—yang membidangi pangan, sandang, dan tata laksana rumah tangga—menjadi amunisi berharga bagi kesejahteraan warga bumi Lambung Mangkurat.

“Kami mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Sinergi ini sangat penting dalam mendukung program pemberdayaan keluarga dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar Rachmah.

Rachmah membidik target agar ruang pertemuan ini tidak sekadar menjadi tempat transfer teori, melainkan ruang refleksi untuk mengurai benang kusut persoalan pangan di lapangan. Kader PKK, lanjut dia, berada di posisi paling strategis untuk mengedukasi warga agar mau menanam pangan sendiri dan memaksimalkan potensi lokal.

“Program ketahanan pangan sejalan dengan 10 Program Pokok PKK. Pemanfaatan pekarangan rumah untuk menghasilkan pangan sehat merupakan langkah nyata yang dapat memperkuat kemandirian pangan keluarga,” cetus Rachmah.

Setali tiga uang, Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman, melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Muhammad Maulidinsyah Sarasakti, menyebutkan bahwa penguatan kapasitas dari level domestik (rumah tangga) adalah strategi paling jitu saat ini. Di mata pemerintah daerah, kader PKK adalah ujung tombak untuk mengikis malnutrisi lewat edukasi pola konsumsi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman).

“Kami berharap para kader dapat menjadi pelopor dalam menyebarluaskan pengetahuan terkait ketahanan pangan keluarga, pemanfaatan sumber daya lokal, serta edukasi gizi kepada masyarakat,” kata Maulidinsyah.

Mengusung tema besar “Keanekaragaman Pangan Keluarga”, pelatihan intensif ini mencekoki para peserta dengan materi diversifikasi pangan dan taktik jitu membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas. DPKP berharap, sepulangnya dari acara ini, ke-28 peserta mampu menularkan ilmu tersebut ke daerahnya masing-masing.

“Diharapkan, setelah mengikuti kegiatan ini para kader mampu menjadi motor penggerak dalam membangun budaya konsumsi pangan yang sehat dan beragam, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat Kalimantan Selatan dari tingkat keluarga,” pungkasnya.

(mckalsel)

Bagikan: