BANJARMASIN — LENTERAKALIMANTAN.NET-
Kalimantan Selatan resmi mengukir sejarah baru dalam dunia hukum nasional. Provinsi ini dipilih sebagai lokasi pertama di Indonesia untuk menyelenggarakan Seminar Academic Engagement dalam rangka pembentukan Adhyaksa Chamber 2026.
Gubernur Kalsel, H. Muhidin, hadir langsung dalam agenda krusial yang digelar oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia di Aula Prof. H. Idham Zarkasi, Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Selasa (30/6/2026).
Academic Engagement sendiri merupakan forum strategis yang melibatkan para akademisi dan pakar hukum. Tujuannya adalah menghimpun masukan ilmiah, normatif, dan konseptual guna mematangkan transformasi kelembagaan Kejaksaan RI tersebut.
Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), Dr. R. Narendra Jatna, S.H., LL.M., yang hadir sebagai keynote speaker, membeberkan urgensi dari lembaga baru ini.
“Adhyaksa Chamber adalah tempat untuk melaksanakan mediasi arbitrasi sengketa. Pekan lalu, kami baru saja meresmikan revitalisasi Gedung Adhyaksa Chamber di Jakarta,” jelas Narendra.
Ia menambahkan, pembentukan wadah ini merupakan lompatan besar atau transformasi kelembagaan Kejaksaan RI. Kedepannya, Adhyaksa Chamber akan berfungsi penuh sebagai pusat layanan, koordinasi, serta mediasi sengketa hukum di Indonesia. Mengenai penunjukan ULM, Narendra menegaskan bahwa kampus kebanggaan warga Banua ini merupakan institusi pertama di Indonesia yang mengawali rangkaian seminar akademik tersebut.
Langkah Kejaksaan Agung memilih Bumi Lambung Mangkurat sebagai pionir mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah daerah. Gubernur Kalsel, H. Muhidin, menganggap momentum ini sebagai bentuk penghormatan besar bagi wilayahnya.
“Kami selaku pemerintah menyampaikan banyak terima kasih kepada Kejaksaan Agung. (Seminar Academic Engagement) ini sebagai penghargaan bagi Kalimantan Selatan,” ujar Muhidin usai kegiatan.
Muhidin juga menyambut baik pelaksanaan acara di kampus ULM, yang dinilainya tengah mengalami lompatan kemajuan dan peningkatan prestasi yang pesat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Muhidin tampak didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H. Muhammad Syarifuddin, Kepala Inspektorat Kalsel Ahmad Fedayyen, serta Rektor ULM Prof. Achmad Alim Bachri.
Hajatan hukum berskala nasional ini mendapat atensi besar dari berbagai sektor. Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel, Tyas Widiarto, dalam laporan pembukaannya menyebutkan bahwa agenda ini diikuti oleh sedikitnya 100 peserta.
“Para peserta berasal dari unsur civitas akademika, Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, perwakilan BUMN dan BUMD, serta rekan-rekan pers,” pungkas Tyas.
(Adpim/lnk)











