PALANGKA RAYA, LENTERAKALIMANTAN.NET – Panggung Malam Unjuk Bakat Jagau Nyai Kalimantan Tengah 2026 mendadak riuh. Di antara gemuruh sorak penonton di GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya, Senin malam, 18 Mei 2026, terselip sebuah misi besar: menjadikannya ajang ini sebagai batu loncatan untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui pariwisata inklusif.
Dukungan penuh pun mengalir langsung dari petinggi daerah. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Murung Raya, Wanita Heriyus, bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Murung Raya, Dina Maulidah, hadir langsung di arena untuk mengawal dua finalis andalan mereka, Cladira Sasmita dan Alviano.
Ajang bergengsi ini merupakan bagian dari rangkaian utama Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 yang berlangsung pada 17–23 Mei 2026. Tahun ini, persaingan dipastikan sengit karena diikuti oleh perwakilan dari 12 kabupaten dan 1 kota se-Kalimantan Tengah. Mulai dari Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Murung Raya, Gunung Mas, Kapuas, Pulang Pisau, Katingan, Seruyan, Lamandau, Kotawaringin Barat, Sukamara, hingga tuan rumah Kota Palangka Raya.
Di mata para pengambil kebijakan di daerah, Cladira dan Alviano bukan sekadar pajangan berbaju adat. Wanita Heriyus menegaskan bahwa kedua finalis tersebut memikul tanggung jawab besar sebagai duta budaya dan pariwisata yang harus didukung penuh oleh seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Murung Raya untuk memberikan dukungan terbaik kepada kedua finalis,” ujar Wanita Heriyus.
Ia menekankan bahwa Jagau dan Nyai bukan sekadar simbol budaya, tetapi juga agen perubahan dalam membangun citra positif daerah. Peran mereka dinilai penting untuk mendorong pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan, baik di Murung Raya maupun Kalimantan Tengah.
Senada dengan Wanita, Ketua GOW Murung Raya, Dina Maulidah, melihat ada potensi ekonomi riil di balik keanggunan dan ketangkasan para finalis di atas panggung. Pariwisata, menurutnya, adalah hulu dari pembukaan lapangan kerja baru.
“Sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas budaya sekaligus membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal. Mari dukung finalis Jagau Nyai Murung Raya dengan sepenuh hati melalui like dan share konten mereka di Instagram maupun Facebook,” kata Dina mengajak publik bergerak secara digital.
Ketegangan dipastikan akan mencapai puncaknya pada Selasa malam, 19 Mei 2026. Di lokasi yang sama, GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya, Grand Final Pemilihan Jagau Nyai Kalteng 2026 bakal digelar.
Acara puncak yang terbuka untuk umum ini diprediksi akan menyedot antusiasme masif dari masyarakat. Bagi Murung Raya, malam penobatan bukan sekadar menang atau kalah, melainkan pembuktian sejauh mana talenta muda mereka mampu melestarikan tradisi sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di masa depan. (Lkg)











