PURUK CAHU – LENTERAKALIMANTAN.NET
Anggota Komisi I DPRD Murung Raya dari Fraksi Partai NasDem, Tuti Marheni, S.E., memilih jalan sunyi dalam berpolitik. Di saat banyak legislator berebut panggung publik, Tuti justru melipat jarak dengan konsisten turun langsung mendampingi masyarakat hingga ke tingkat desa. Pendekatan humanis dan “minim bicara, banyak kerja” ini ia jadikan strategi utama untuk memperkuat fungsi pengawasan legislatif secara riil.
Kehadiran Tuti di lapangan bukan sekadar formalitas seremonial. Ia terpantau aktif mendampingi rekan-rekan komisinya dalam setiap agenda pelayanan, demi memastikan program pemerintah daerah tepat sasaran. Bagi Tuti, esensi dari mandat yang diembannya adalah hadir saat masyarakat membutuhkan.
Ia menekankan bahwa tugas seorang wakil rakyat memiliki tanggung jawab moral yang jauh lebih besar daripada sekadar merumuskan kebijakan di meja rapat.
“Tugas seorang wakil rakyat bukan hanya menyusun kebijakan, tetapi juga memastikan setiap program pemerintah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke tingkat desa,” tegas Tuti Marheni saat menjelaskan komitmen kerja legislatifnya, Selasa (23/6).
Meski irit bicara di hadapan media, Tuti dikenal konsisten menanamkan nilai-nilai integritas dalam setiap gerakannya. Ia kerap menyampaikan pesan moral kepada konstituen maupun koleganya mengenai pentingnya tiga pilar utama pembangunan daerah: kerja sama, kejujuran, dan kepedulian sosial.
Untuk mengejawantahkan nilai tersebut, Komisi I DPRD Murung Raya kini terus memacu kolaborasi dengan berbagai instansi terkait. Sinergi antara legislatif (DPRD) dan eksekutif (Pemerintah Kabupaten) dinilai menjadi kunci utama agar regulasi yang lahir bisa langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat bawah.
Melalui kerja nyata yang terukur ini, Tuti berharap visi besar untuk Kabupaten Murung Raya dapat segera terakselerasi. Target akhirnya adalah membawa daerah bersemboyan Bumi Tana Malai Tolung Lingu tersebut menjadi wilayah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera secara merata.












