TANJUNGLENTERAKALIMANTAN.NET

Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) mengambil langkah taktis untuk mempererat hubungan dengan tokoh agama berpengaruh. Melalui Kepolisian Resor (Polres) Tabalong, Kapolda Kalsel menyalurkan bantuan hewan kurban berupa satu ekor sapi kepada Pondok Pesantren Nurul Mustofa, Kabupaten Tabalong, Selasa siang, 26 Mei 2026.

Langkah ini bukan sekadar ritual ibadah tahunan, melainkan menjadi simbol kehadiran negara di tengah simpul kultural masyarakat Banjar. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, dan diterima oleh pengasuh pesantren, KH Ahmad Sanusi Ibrahim—atau yang lebih karib disapa Guru Jaro.

Polri tampaknya sadar betul bahwa menjaga stabilitas keamanan di daerah tidak bisa dilakukan dengan pendekatan hukum semata, melainkan harus menyentuh hati para ulama. Kehadiran para perwira teras Polres Tabalong dalam penyerahan ini menegaskan keseriusan agenda tersebut.

Tercatat, Wahyu Ismoyo didampingi oleh Wakapolres Kompol H. Hasanudin, Kasat Intelkam AKP Asep Dedi Hermawan, Kasat Reskrim AKP Danang Eko, hingga Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo. Komposisi ini menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis bagi Korps Bhayangkara.

Bagi pesantren, perhatian dari pucuk pimpinan kepolisian daerah ini disambut dengan tangan terbuka. Guru Jaro menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Kapolda Kalsel. Menurut ulama kharismatik ini, bantuan tersebut sangat berarti bagi ekosistem pesantren yang dipimpinnya.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolda Kalimantan Selatan atas perhatian dan kepedulian yang diberikan melalui penyaluran hewan kurban tersebut,” ujar KH Ahmad Sanusi Ibrahim.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa fungsi Polri saat ini harus bergerak fleksibel. Penyerahan hewan kurban dinilai sebagai momentum paling tepat untuk meruntuhkan sekat antara aparat penegak hukum dan masyarakat sipil, khususnya kaum santri.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, menyatakan bahwa institusinya ingin memastikan kehadiran mereka dirasakan melampaui urusan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) konvensional.

“Melalui momentum Idul Adha ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara Polri dengan para ulama, tokoh agama serta masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama,” kata Heri Siswoyo kepada media.

Daging kurban dari Kapolda Kalsel ini nantinya akan didistribusikan kepada para santri di lingkungan Ponpes Nurul Mustofa serta masyarakat prasejahtera yang tinggal di sekitar kawasan pesantren. Lewat langkah kecil ini, Polri berharap pesan perdamaian dan kemanusiaan dapat berakar lebih kuat di Tabalong.(*)

Bagikan: