PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET-

Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, mendesak pemerintah daerah untuk menuntaskan proyek jalan penghubung Kecamatan Permata Intan menuju Kecamatan Sumber Barito pada tahun 2029. Pembangunan jalan dengan konstruksi beton ini dinilai menjadi kunci krusial untuk memutus urat nadi keterisolasian wilayah dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di hilir daerah aliran sungai (DAS) Barito.

Rumiadi menekankan bahwa keberhasilan mega proyek infrastruktur ini bertumpu pada penyelesaian sembilan jembatan penghubung yang berada di sepanjang jalur tersebut.

“Target penyelesaian 2029 harus benar-benar tercapai. Setiap tahun harus ada progres yang terukur, termasuk penyelesaian sembilan jembatan yang menjadi bagian penting,” tegas politikus PDI Perjuangan tersebut saat memberikan keterangan di Puruk Cahu, Jumat (10/7)

Selama ini, mobilitas logistik dan masyarakat di kedua kecamatan tersebut masih bertumpu pada transportasi sungai. Akses air ini kerap menghadapi kendala keselamatan yang tinggi, terutama saat debit air Sungai Barito melonjak drastis di musim penghujan.

Jika koridor darat ini rampung, Rumiadi optimistis ketergantungan masyarakat terhadap transportasi air akan berkurang drastis karena tersedianya opsi moda transportasi darat yang lebih aman, cepat, dan efisien.

“Apabila jalan itu selesai, masyarakat akan lebih mudah bepergian melalui jalur darat, termasuk menggunakan angkutan umum maupun jasa travel menuju Puruk Cahu hingga Palangka Raya,” ujar Rumiadi menerangkan dampak operasional jalan tersebut.

Dari sisi makro ekonomi, Legislator senior Murung Raya ini memandang proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi strategis jangka panjang bagi pelayanan publik dan kesejahteraan warga lokal.

“Pembangunan jalan bukan sekadar membangun infrastruktur. Ini adalah investasi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas, meningkatkan pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” paparnya.

Guna mencegah proyek ini mangkrak atau meleset dari target pembukuan anggaran 2029, Rumiadi mengingatkan jajaran eksekutif pemerintah daerah untuk memperketat sinkronisasi anggaran, tata teknis, dan pengawasan di lapangan agar mutu beton dan jembatan sesuai standar.

Ia menutup pernyataannya dengan peringatan keras agar target ini dieksekusi secara riil, bukan sekadar komoditas politik di atas meja kerja.

“Jangan sampai target hanya di atas kertas. Masyarakat butuh bukti. Kita harus pastikan progres tahunan berjalan, agar mimpi konektivitas Murung Raya dari hulu ke hilir benar-benar terwujud,” pungkasnya.

Jurnalis: Suara akar rumput

Bagikan: