TAPIN – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Di bawah guyuran hujan deras yang membasuh Desa Kembang Habang Baru, sebuah janji besar ditegaskan kembali. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan bahwa tahun 2026 menjadi titik mula pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur raksasa yang selama ini dinanti publik, mulai dari Jembatan penghubung Tanah Bumbu–Kotabaru hingga stadion sepak bola bertaraf internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Kalsel, H. Muhidin, melalui Sekretaris Daerah Provinsi, H. Muhammad Syarifuddin, dalam gelaran Safari Ramadan pamungkas di Masjid Riadhaul Jannah, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Selasa (17/3/2026).

Momentum Safari Ramadan kali ini terasa lebih krusial karena bertepatan dengan refleksi satu tahun masa bakti pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel. Di hadapan jamaah, Syarifuddin secara terbuka menyampaikan permohonan maaf sekaligus komitmen keberlanjutan pembangunan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi, kami memohon maaf apabila selama satu tahun ini belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. Namun, kami terus berikhtiar. Tahun 2026 adalah awal dimulainya proyek strategis yang telah kami janjikan,” ujar Syarifuddin membacakan amanat Gubernur.

Beberapa poin infrastruktur yang menjadi sorotan utama meliputi:
◾Konektivitas Wilayah: Pembangunan jembatan penghubung daratan Kalimantan (Tanah Bumbu) dengan Pulau Laut (Kotabaru).
◾Fasilitas Olahraga: Lapangan sepak bola bertaraf internasional untuk menunjang prestasi atlet lokal.
◾Target Operasional: Seluruh proyek strategis ditargetkan sudah dapat dinikmati masyarakat sebelum tahun 2030.

Tak hanya terpaku pada beton dan aspal, Pemprov Kalsel juga menonjolkan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Syarifuddin menjelaskan bahwa program beasiswa luar negeri dan bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu tetap menjadi pilar utama untuk mencetak generasi Kalsel yang kompetitif.

Bupati Tapin, H. Yamani, menyambut baik langkah taktis Pemprov tersebut. Menurutnya, kehadiran rombongan provinsi di Tapin bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan sinyal penguatan sinergi antarlevel pemerintahan.

“Ini bentuk perhatian nyata. Kami berharap momentum ini memperkuat sinergi untuk mendorong kemajuan Tapin dan Kalimantan Selatan secara keseluruhan,” tutur Yamani.

Sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci, Pemprov Kalsel menyerahkan paket sembako kepada masyarakat setempat. Langkah ini diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Tapin yang mengucurkan dana hibah sebesar Rp200 juta untuk kemakmuran Masjid Riadhaul Jannah.

Kegiatan ditutup dengan tausiah dari Ustadz H. Isnaini Adha, Lc., yang mengingatkan bahwa esensi Ramadan adalah penguatan iman dan kepedulian sosial, sebelum akhirnya jajaran Forkopimda dan masyarakat melaksanakan salat Magrib berjamaah.

Turut hadir dalam acara tersebut istri Sekdaprov Kalsel Hj. Masrufah Syarifuddin, Asisten Administrasi Umum Dinansyah, Wakil Bupati Tapin, serta jajaran kepala SKPD terkait.(Adpim/lnk)

 

Bagikan: