MURUNG RAYALENTERAKALIMANTAN.NET

Di tengah bayang-bayang pengetatan fiskal yang menghantui anggaran desa, Desa Dirung Bakung, Kecamatan Tanah Siang, justru melakukan anomali positif. Alih-alih memangkas layanan publik, desa ini berhasil mentransformasi Posyandu menjadi model ketahanan kesehatan akar rumput yang komprehensif, sebuah langkah yang memicu apresiasi luas dari parlemen.

Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya dari Fraksi Partai Golkar, Olivia Wiswanti, S.E., menyebut inovasi ini sebagai standar baru bagi desa-desa lain di Kalimantan Tengah. “Di saat banyak desa gamang karena dinamika anggaran, Dirung Bakung justru membuktikan bahwa layanan dasar bisa tetap prima dengan inovasi dan kolaborasi. Ini praktik baik yang layak direplikasi,” ujar Olivia pada Rabu, 30 April 2026.

Struktur anggaran yang sedang “sesak” tidak menyurutkan nyali Pemerintah Desa Dirung Bakung. Kepala Desa Dirung Bakung, Siska Aprilianty, menegaskan bahwa kebijakan politik anggarannya berpijak pada skala prioritas yang ketat namun manusiawi. Fokus utama mereka adalah ketersediaan alat kesehatan, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi, dan kepastian insentif bagi para kader.

“Situasi anggaran boleh genting, tapi kesehatan warga tidak bisa ditunda. Kader Posyandu adalah pilar ketahanan sosial kami,” tegas Siska. Menurutnya, efisiensi yang dilakukan bukan berarti mematikan program, melainkan menajamkan sasaran agar setiap rupiah yang dikeluarkan berdampak langsung pada kualitas hidup warga.

Posyandu di Dirung Bakung kini tak lagi sekadar tempat menimbang bayi. Desa ini telah mengadopsi model Integrasi Layanan Primer (ILP) yang mencakup seluruh siklus hidup manusia. Transformasi ini meliputi:

Data di lapangan menunjukkan tingkat keberhasilan yang signifikan: partisipasi balita mencapai 92%, dibarengi dengan tingginya animo lansia untuk kontrol kesehatan rutin. Keberhasilan ini didukung oleh sinergi solid antara TP PKK, perangkat desa, dan tenaga medis dari Puskesmas Tanah Siang.

Melihat capaian tersebut, Olivia Wiswanti mendorong Pemerintah Kabupaten Murung Raya untuk meresmikan Dirung Bakung sebagai pilot project Posyandu Integrasi Layanan Primer di tingkat kabupaten. Ia menilai keberanian desa mengelola layanan di tengah keterbatasan adalah fondasi penting menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Kami di DPRD siap mengawal dukungan kebijakan dan anggaran berbasis kinerja. Yang bekerja baik harus diapresiasi dan diperkuat,” tambah Olivia.

Langkah berani Desa Dirung Bakung ini mengirimkan pesan kuat ke pusat kekuasaan: bahwa di tangan kepemimpinan desa yang visioner, keterbatasan anggaran bukanlah lonceng kematian bagi layanan publik, melainkan katalisator bagi inovasi yang lebih tajam.(Lkg)


Bagikan: