
TABALONG – LENTERAKALIMANTAN.NET
Demi memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar kesehatan, Seksi Dokkes Polres Tabalong melakukan inspeksi mendadak sekaligus rutin terhadap kelayakan konsumsi di Sentra Pemrosesan Pangan (SPPG) Yayasan Bhayangkari, Rabu (6/5/2026). Langkah ini diambil untuk menjamin seluruh asupan yang didistribusikan kepada masyarakat bebas dari risiko kontaminasi sekaligus memenuhi kecukupan gizi harian.
Dalam pemeriksaan yang dipimpin langsung oleh Kasi Dokkes Polres Tabalong, AIPTU Syarif Riswandi, tim melakukan audit komprehensif mulai dari uji organoleptik hingga inspeksi sanitasi lingkungan.
“Melalui pemeriksaan rutin ini, diharapkan seluruh makanan yang diproduksi benar-benar higienis, aman dikonsumsi, serta memiliki nilai gizi yang baik bagi penerima manfaat,” ujar Kasi Humas Polres Tabalong, IPTU Heri Siswoyo, mewakili Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla.
Tim Dokkes yang terdiri dari AIPDA H.R.M. Munthe, BRIPDA M. Rizki, serta ahli gizi Lutfi, S.Gz., melakukan pengujian ketat terhadap menu hari ini, yakni nasi putih, ayam popcorn, tahu bacem, pakcoy, dan jeruk santang. Hasil uji organoleptik memastikan seluruh aspek fisik, aroma, hingga rasa makanan dalam kondisi prima dan layak edar.
Tidak hanya kualitas makanan, aspek lingkungan pengolahan pun tak luput dari pengawasan. Hasil inspeksi sanitasi (IKL TPP) menunjukkan standar kebersihan yang terjaga. Bahkan, kualitas air bersih yang digunakan untuk pengolahan tercatat memiliki nilai Total Dissolved Solids (TDS) sebesar 58 ppm—jauh di bawah ambang batas bahaya 500 mg/L—sehingga dinyatakan sangat aman.
Dari sisi pemenuhan gizi, analisis laboratorium menunjukkan bahwa setiap porsi menu yang disajikan mengandung energi sebesar 508,9 kkal, protein 26,1 gram, lemak 22,8 gram, karbohidrat 50,6 gram, serta serat 3,5 gram. Komposisi ini dinilai telah memenuhi standar kecukupan energi harian yang diperlukan oleh penerima manfaat.
Meski hasil pemeriksaan secara keseluruhan menunjukkan kategori baik, tim ahli gizi memberikan sejumlah rekomendasi strategis bagi pengelola dapur SPPG. Beberapa poin krusial yang disorot meliputi kewajiban penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi juru masak, pemisahan alat pengolahan bahan makanan untuk mencegah kontaminasi silang, hingga manajemen distribusi menu agar tetap segar dan tidak mudah basi.
Polres Tabalong menegaskan bahwa pengawasan ini tidak akan berhenti pada satu titik. Melalui Seksi Dokkes, jajaran kepolisian berkomitmen untuk terus melakukan audit berkala. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polres Tabalong dalam mendukung program pemerintah guna menekan angka stunting dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat melalui asupan pangan yang berkualitas.(*)










