PURUK CAHU – LENTERAKALIMANTAN.NET
Kepala Kejaksaan Negeri Murung Raya, Herman Kondo Siriwa, menegaskan bahwa integritas dan profesionalitas bukan sekadar slogan, melainkan harga mati bagi seluruh jajaran korps Adhyaksa di wilayah Bumi Tana Malai Tolung Lingu. Hal ini ditegaskannya saat memimpin langsung apel pagi di halaman Kantor Kejari Murung Raya, Senin (11/5/2026).
Apel yang dimulai tepat pukul 07.30 WIB tersebut menjadi momentum krusial bagi Herman untuk melakukan konsolidasi internal. Di hadapan seluruh jajaran pegawai, ia mengingatkan bahwa disiplin adalah cermin utama reformasi birokrasi yang tengah digalakkan institusi.
“Jaga integritas, profesionalitas, dan loyalitas dalam menjalankan tugas penegakan hukum. Kedepankan pelayanan publik yang humanis, transparan, serta bebas dari segala bentuk praktik penyimpangan,” tegas Herman Kondo Siriwa dalam arahannya.
Selain aspek kedisiplinan, Kajari menggarisbawahi poin-poin strategis yang menjadi target kinerja dan rencana aksi tahun 2026. Ia mendorong adanya akselerasi dalam tiga aspek utama:
-
Percepatan penanganan perkara.
-
Optimalisasi restorative justice (keadilan restoratif).
-
Penguatan fungsi intelijen dan pencegahan tindak pidana korupsi.
Menurut Herman, kunci menjaga stabilitas hukum yang berkeadilan di daerah adalah dengan membangun sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Secara visual, barisan pegawai yang rapi dengan seragam dinas lengkap mencerminkan kesiapan institusi dalam melayani publik. Rangkaian apel yang meliputi penghormatan, laporan komandan, hingga pembacaan doktrin ini diklaim bukan sekadar rutinitas seremonial.
“Apel pagi rutin ini adalah sarana pembinaan mental sekaligus evaluasi kinerja mingguan,” tambah narasumber dari pihak Kejari Murung Raya.
Langkah ini mempertegas komitmen Kejari Murung Raya untuk bertransformasi menjadi lembaga yang tegas dan berwibawa, namun tetap humanis dalam menyentuh kepentingan hukum masyarakat di tingkat akar rumput.(Lkg)











