TABALONGLENTERAKALIMANTAN.NET

Jeritan isi dompet yang mengering memaksa ratusan karyawan PT Bagas Bumi Persada (BBP) site PT MCM turun ke jalan. Didampingi Serikat Pekerja, massa menggelar aksi damai dengan berjalan kaki (long march) dari Taman Tanjung Bersinar Park menuju Gedung DPRD Kabupaten Tabalong pada Senin (25/5/2026). Kedatangan mereka dipicu oleh satu tuntutan krusial: hak atas upah yang mandek selama tiga bulan terakhir.

Aksi yang berpotensi memanas ini mendapat pengawalan ketat namun humanis dari personel Polres Tabalong dan Polsek Murung Pudak. Setibanya di pelataran parlemen daerah, massa langsung disambut oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, Ketua DPRD Tabalong H. Riza Fahlipi, dan Dandim 1008/Tanjung Letkol Alexander Allan Primadi.

Di hadapan para pejabat dan barisan pengamanan, perwakilan massa aksi, Lindang, menyampaikan orasinya dengan emosional namun tetap terukur. Ia mempertanyakan komitmen perusahaan mengingat kewajiban sebagai pekerja selalu mereka penuhi, termasuk pemotongan pajak penghasilan yang rutin dilakukan setiap bulan.

“Selama tiga bulan kami tidak menerima gaji. Gaji kami dinanti keluarga untuk bayar rumah dan kebutuhan keluarga. Gaji kami dipotong pajak, berarti kami ikut andil dalam pembangunan daerah. Perjuangkan hak kami,” cetus Lindang retoris.

Massa menuntut agar pemerintah daerah dan para wakil rakyat tidak tinggal diam melihat hak-hak normatif buruh diabaikan oleh manajemen PT BBP.

Merespons tuntutan tersebut, Ketua DPRD Tabalong H. Riza Fahlipi menegaskan komitmennya untuk berdiri di sisi pekerja. Ia berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Sebagai wakil rakyat, kami akan mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya terkait hak-hak para pekerja,” ujar Riza singkat sebelum akhirnya mempersilakan perwakilan demonstran masuk ke ruang sidang untuk melakukan audiensi formal.

Di sisi lain, tensi tinggi di lapangan berhasil diredam oleh pendekatan persuasif aparat. Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana mengimbau massa agar tetap menjaga kondusivitas selama menyampaikan pendapat dan menghindari tindakan anarkis yang merusak tatanan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Secara terpisah, Kapolres Tabalong melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah demonstrasi adalah untuk menjamin hak konstitusional warga negara agar dapat tersalurkan dengan aman.

“Polres Tabalong berkomitmen memberikan pengamanan secara humanis terhadap setiap kegiatan masyarakat, termasuk penyampaian aspirasi, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan situasi kamtibmas tetap terjaga,” pungkas Heri kepada media.

sumber: humrestab

editor: tim

Bagikan: