MURUNG RAYA LENTERAKALIMANTAN.NET

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Johansyah, S.E., M.I.P., melayangkan kritik sekaligus pesan mendalam dalam momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Johansyah menegaskan bahwa esensi ibadah kurban harus bertransformasi menjadi semangat pengabdian nyata bagi para pemangku kebijakan, terutama dalam melahirkan produk hukum yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, bukan sekadar pemenuhan kepentingan sesaat.

Sebagai pimpinan komisi yang menakhodai sektor ekonomi, keuangan, dan pembangunan di Murung Raya, Johansyah menilai ada korelasi kuat antara nilai pengorbanan religius dengan tanggung jawab konstitusional wakil rakyat. Menurutnya, setiap kebijakan pembangunan yang dirumuskan di parlemen daerah wajib mengutamakan keadilan sosial dan pengorbanan ego sektoral demi kepentingan publik yang lebih luas.

Dibalut kemeja batik bernuansa hitam-emas dan peci hitam dengan latar belakang merah-putih, Johansyah juga menyoroti pentingnya merajut kembali kohesi sosial. Idul Adha, bagi dia, harus menjadi momentum krusial untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengikis sekat ego lintas golongan di tengah masyarakat.

Ia menambahkan bahwa akselerasi pembangunan di Kabupaten Murung Raya tidak bisa berjalan timpang. Dibutuhkan sinergi yang inklusif dan rasa saling percaya (mutual trust) yang kokoh antara tiga pilar utama daerah: pemerintah eksekutif, DPRD selaku legislatif, dan masyarakat sebagai subjek pembangunan.

Melalui pesan resmi yang dirilisnya di Murung Raya, politikus ini menutup harapannya agar perayaan kurban tahun ini meninggalkan dampak jangka panjang bagi komitmen birokrasi.

“Semoga Idul Adha 1447 H membawa keberkahan bagi kita semua, serta memperkuat komitmen untuk terus melayani masyarakat dengan ikhlas dan bertanggung jawab,” ujar H. Johansyah,Selasa (26/5/26)

Ia berharap spirit pengorbanan yang diperingati secara serentak ini mampu dikonversi menjadi energi positif yang mengawal setiap jengkal langkah pembangunan daerah ke depan. (Lkg)

Bagikan: