TABALONG –  LENTERAKALIMANTAN.NET

Ketegangan di area pengisian bahan bakar menjadi atensi serius kepolisian. Guna mengantisipasi gesekan akibat penumpukan antrean kendaraan pasca-kenaikan harga BBM, Polres Tabalong menerjunkan personel gabungan untuk menyisir sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah hukumnya, Selasa (12/05/26) siang.

Patroli pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) ini menyasar titik-titik krusial di empat kecamatan, yakni Tanjung, Murung Pudak, Tanta, dan Muara Uya. Langkah preventif ini diambil sebagai respons atas meningkatnya volume antrean yang berpotensi memicu gangguan ketertiban di tengah masyarakat.

Di lapangan, petugas tidak hanya melakukan pengawasan pasif, tetapi juga berinteraksi langsung dengan operator SPBU dan pengendara yang mengantre panjang. Petugas menekankan pentingnya etika mengantre agar tidak terjadi aksi saling mendahului yang kerap menjadi sumbu keributan.

Selain pengamanan fisik, Polres Tabalong memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat edukasi publik mengenai kanal aduan kepolisian. Masyarakat diingatkan untuk tidak ragu melaporkan tindak kriminalitas atau kejadian darurat melalui Call Center 110 Polri. Layanan ini ditegaskan dapat diakses secara gratis dan cepat untuk mendapatkan penanganan segera dari petugas di lapangan.

Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran polisi di SPBU adalah instrumen penting untuk menjaga stabilitas keamanan daerah di masa transisi penyesuaian harga BBM.

“Patroli Harkamtibmas ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian,” ujar IPTU Heri Siswoyo.

Bagikan: