PURUK CAHU – LENTERAKALIMANTAN.NET
Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai poros utama transformasi daerah. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Murung Raya, Drs. Sarwo Mintarjo, secara khusus mendesak generasi muda di wilayahnya untuk merevolusi pola pikir (mindset) menjadi lebih sehat dan cerdas sebagai syarat mutlak meraih keberhasilan.

“Pikiran yang positif itu adalah takdir yang sangat menentukan keberhasilan di masa depan yang lebih cerah dan bermakna,” ujar Sarwo Mintarjo saat memberikan arahan strategis kepada perwakilan pemuda, Rabu (8/4/2026).

Pesan ini bukan sekadar motivasi rutin. Sarwo menekankan bahwa masa depan Murung Raya—yang kini mengusung visi transisi dari daerah “Emas” menuju “Berlian”—berada sepenuhnya di pundak pemuda yang memiliki kecakapan (skill) dan kreativitas tinggi.

Menurutnya, pemuda yang cerdas dan berbakat di berbagai bidang keterampilan adalah aset paling berharga yang dimiliki bangsa saat ini. “Mereka adalah harapan masa depan bangsa yang diyakini mampu membawa perubahan bagi daerah menuju Murung Raya yang saat ini Emas menjadi Berlian,” tambahnya.

Dalam upaya memperkuat kapasitas lokal, Sarwo mengingatkan bahwa proses menuntut ilmu dan mengejar mimpi tidak mengenal batasan usia maupun waktu. Ia mendorong para pemuda untuk membuang jauh rasa ragu dalam mengeksplorasi potensi diri.

“Setiap pemuda memiliki masa depan yang panjang, jadi jangan ragu untuk terus belajar dan mengembangkan diri,” tegasnya. Baginya, tidak ada istilah terlambat untuk membangun kompetensi di tengah persaingan global yang kian ketat.

Pemerintah Kabupaten Murung Raya sendiri menyatakan komitmennya untuk terus mengawal pengembangan pemuda sebagai agen perubahan (agent of change). Melalui investasi pada sektor pendidikan dan pengasahan keterampilan, Pemkab optimistis pemuda mampu mengatasi berbagai rintangan sosial dan ekonomi di komunitas mereka.

“Dengan pola pikir dan keterampilan yang tepat, mereka dapat mendorong kemajuan dan pembangunan di Murung Raya,” tutup Sarwo.

Langkah ini mempertegas posisi Pemkab Mura yang memandang pengembangan kepemudaan bukan sekadar program seremonial, melainkan investasi strategis jangka panjang demi mewujudkan kesejahteraan daerah yang lebih berkilau di masa depan.(Lkg)

 

Bagikan: