MURUNG RAYA – LENTERAKALIMANTAN.NET
Di tengah gempuran modernisasi, fondasi adat istiadat masyarakat Dayak di Bumi Tana Malai Tolung Lingu terbukti masih kokoh. Hal ini tecermin saat jajaran tokoh perempuan dan kepala desa di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, bergotong-royong melayat ke rumah duka di Desa Muwun, Kecamatan Tanah Siang, pada [Hari/Tanggal, 2026].
Kehadiran para pemimpin perempuan ini bukan sekadar kunjungan formalitas administratif, melainkan sebuah ritual sosial wajib untuk meneguhkan kembali identitas dan solidaritas lintas generasi yang mulai langka di era digital.
Aksi solidaritas ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Konut, Hj. Endang, bersama Kepala Desa Dirung Bakung, dan tokoh perempuan Murung Raya, Siska Aprilianty. Kehadiran mereka di tengah keluarga yang berduka menjadi simbol bahwa kepemimpinan di wilayah ini melekat erat dengan ruang sosial-budaya masyarakat, bukan sekadar urusan birokrasi di balik meja.
Dalam budaya Dayak, melayat dan menghibur keluarga yang ditinggalkan adalah kewajiban sosial yang sakral. Tradisi ini berfungsi sebagai perekat hubungan emosional antar-desa sekaligus instrumen penjaga perdamaian konvensional.
Hj. Endang menegaskan bahwa nilai gotong royong dalam suka maupun duka adalah hukum tak tertulis yang mendefinisikan kemanusiaan masyarakat Murung Raya.
“Ini bukan hanya adat, tetapi jati diri kami. Saat ada yang berduka, seluruh warga merasa terpanggil untuk hadir dan menguatkan,” ujar Hj. Endang menekankan pentingnya kehadiran fisik dan moral di masa krisis.
Di era transisi sosial seperti tahun 2026 ini, eksistensi tradisi melayat antar-tokoh ini menjadi krusial. Nilai luhur Dayak yang menekankan kebersamaan bertindak sebagai fondasi utama untuk merawat harmoni sosial dan menangkal polarisasi di masyarakat.
Kehadiran kolektif para tokoh perempuan di Desa Muwun ini mengirimkan pesan kuat ke generasi muda: bahwa kemajuan zaman tidak boleh menggerus kepedulian sesama manusia. Adat Dayak yang hidup bukanlah yang tersimpan di museum, melainkan yang dipraktikkan dalam denyut nadi kehidupan sehari-hari.(Lkg)






