MURUNG RAYA, LENTERAKALIMANTAN.NET–
Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, S.E., S.H., M.H., menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh aspirasi warga Desa Olung Siron, Kecamatan Tanah Siang. Dalam agenda reses yang dihadiri ratusan warga, tokoh adat, tokoh agama, dan jajaran pemerintah desa setempat, Rumiadi menyatakan bahwa tuntutan masyarakat bukan sekadar usulan seremonial, melainkan amanat konstitusi yang wajib diperjuangkan dalam penganggaran daerah.
Dalam dialog terbuka tersebut, warga Olung Siron mendesak pemerintah daerah untuk segera merealisasikan empat kebutuhan dasar yang selama ini menghambat mobilitas dan kesejahteraan mereka.
Daftar Aspirasi Prioritas Warga Olung Siron:
Infrastruktur Penghubung: Percepatan perbaikan jalan desa dan jembatan menuju pusat kecamatan dan pasar.
Akses Air Bersih: Penyediaan sarana air bersih yang layak dan berkelanjutan demi kesehatan rumah tangga.
Penguatan SDM: Peningkatan fasilitas pendidikan dan perluasan akses layanan kesehatan dasar agar lebih merata.
Kemandirian Ekonomi: Pemberdayaan UMKM, penguatan kelompok tani, serta kemudahan akses permodalan dari bawah.
Merespons desakan tersebut, Rumiadi menyatakan bahwa lembaganya tidak akan menempatkan reses sebagai rutinitas formalitas. Ia berjanji akan memasukkan poin-poin tersebut ke dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk disinkronisasikan dengan rencana kerja eksekutif.
“Apa yang disampaikan warga Olung Siron hari ini bukan sekadar usulan. Ini adalah suara hati rakyat, data nyata, dan bukti kebutuhan di lapangan. Tugas kami di DPRD adalah mengawal, memastikan masuk dalam pokok-pokok pikiran, dan memperjuangkannya dalam pembahasan bersama eksekutif pada perencanaan dan penganggaran daerah,” tegas Rumiadi di hadapan warga pada, Minggu (5/7)
Ia menambahkan, muara dari pengawalan anggaran ini adalah pemerataan pembangunan agar ketimpangan antarwilayah di Murung Raya dapat dipangkas.
“Komitmen kami sederhana dan jelas: tidak ada desa yang tertinggal. Pembangunan harus hadir sampai ke pelosok. Ada jalan yang layak, ada air bersih, ada sekolah yang bermutu, ada layanan kesehatan yang aktif, dan ada ekonomi yang bergerak. Itu wujud nyata pembangunan dari hati nurani yang terdalam,” ujarnya menambahkan.
Di sisi lain, Pemerintah Desa Olung Siron mengapresiasi kehadiran langsung pimpinan legislatif ke wilayah mereka. Namun, mereka mengingatkan bahwa keberhasilan reses ini hanya bisa diukur jika aspirasi tersebut benar-benar bertransformasi menjadi program kerja nyata pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mendatang.
“Kami berharap hasil reses ini menjadi jembatan. Aspirasi warga dapat diterjemahkan menjadi program konkret dalam APBD Kabupaten Murung Raya,” ungkap perwakilan Pemerintah Desa Olung Siron.
Lewat sinergi yang terbangun dalam reses ini, warga desa kini mengawal janji politik tersebut agar pembangunan yang berkeadilan, merata, dan berkelanjutan tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas, melainkan lahir dari komitmen yang nyata.
Jurnalis: Suara akar rumput











