TABALONG, LENTERAKALIMANTAN.NET— Kompleks mes karyawan PT Bagas Bumi Persada (BBP) di Desa Kaong RT 02, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, ludes terbakar pada Sabtu siang, 13 Juni 2026. Api yang diduga berasal dari sebuah kamar kosong yang terkunci itu menghanguskan 9 kamar dan 1 gudang dalam waktu sekira satu jam, memicu kerugian material yang ditaksir mencapai Rp420 juta.

Peristiwa kebakaran hebat ini bermula sekitar pukul 13.45 WITA. Berdasarkan kesaksian para karyawan di lokasi kejadian, kepulan asap hitam tiba-tiba membubung tinggi dari atap bangunan mes yang mayoritas bermaterial kayu.

Titik api diduga kuat berasal dari Kamar Nomor 06. Kamar tersebut diketahui sudah tidak berpenghuni selama dua bulan terakhir dan berada dalam kondisi terkunci rapat dari luar. Karena material bangunan didominasi kayu kering, api dengan sangat cepat menjalar dan melumat seluruh struktur atap hingga bangunan utama.

Melihat kobaran api yang kian beringas, para penghuni mes sempat melakukan upaya pemadaman darurat menggunakan peralatan seadanya. Namun, keterbatasan alat membuat api tak terkendali.

Kondisi baru mulai terkendali setelah armada pemadam kebakaran gabungan tiba di lokasi. Tim tanggap darurat yang terdiri dari UPBS Upau, UPBS Wirang, UPBS Haruai, UPBS Muara Uya, Damkar Tabalong, BPBD Tabalong, bersama warga setempat langsung mengepung titik api.

Setelah berjibaku melawan arah angin dan material yang mudah terbakar selama lebih dari satu jam, amukan si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 15.00 WITA. Kendati bangunan mes dan gudang dilaporkan rusak total hingga 100 persen, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mencari tahu penyebab pasti munculnya api dari kamar kosong tersebut. Kapolsek Upau, IPDA Matheus Torrance, langsung memimpin personelnya untuk menghimpun keterangan dan melakukan olah TKP awal.

Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., menegaskan bahwa kasus ini sedang dalam penanganan intensif.

“Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian,” ujar IPTU Heri Siswoyo memberikan keterangan resmi.

Bagikan: