PURUK CAHU – LENTERAKALIMANTAN.NET
Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, H. Barlin, S.E., mengeluarkan peringatan keras terkait potensi gangguan keamanan menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Ia menegaskan bahwa seluruh lapisan masyarakat di Tana Malai Tolung Lingu harus bersatu menolak segala bentuk gerakan separatisme dan provokasi yang mengancam keutuhan NKRI.
“Mari sambut Iduladha dengan hati yang damai. Jaga Murung Raya tetap aman, tenteram, dan anti huru-hara. Tidak ada tempat bagi paham yang mengancam keutuhan NKRI di sini,” tegas Barlin dalam pernyataannya di Puruk Cahu, Senin (11/5/2026).
Barlin menilai momentum hari besar keagamaan sering kali rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyisipkan agenda yang memecah belah. Oleh karena itu, ia mendorong tokoh adat, tokoh agama, hingga kelompok pemuda dan mahasiswa untuk aktif melawan hoaks serta narasi kebencian, terutama yang beredar di media sosial.
Menurut politikus ini, nilai pengorbanan dalam Iduladha seharusnya menjadi perekat sosial di tengah keberagaman suku dan budaya. “Kita boleh berbeda pendapat, tapi jangan pernah berbeda dalam menjaga Indonesia. Jangan biarkan hari raya ternoda oleh isu yang memecah belah,” ujarnya menambahkan.
Sebagai bagian dari Komisi II yang membidangi pemerintahan dan keamanan, Barlin memastikan pihaknya terus memperkuat sinergi dengan Forkopimda, TNI-Polri, serta Kesbangpol. Langkah deteksi dini ditingkatkan guna memastikan perayaan kurban berlangsung tanpa gangguan.
Pihak DPRD juga menghimbau masyarakat agar tidak apatis terhadap lingkungan sekitar:
-
Lapor Cepat: Warga diminta segera melaporkan indikasi gerakan mencurigakan melalui kanal resmi.
-
Pendekatan Humanis: Penegakan hukum tetap diutamakan, namun tetap mengedepankan kearifan lokal.
-
Stabilitas Ekonomi: Keamanan daerah dipandang sebagai syarat mutlak agar distribusi hewan kurban dan aktivitas pasar tetap berjalan lancar.
Menutup keterangannya, H. Barlin menekankan bahwa stabilitas daerah adalah kunci keberlanjutan pembangunan. Ia mengingatkan bahwa konflik hanya akan melumpuhkan ekonomi dan mengganggu jalannya pendidikan.
“Berkurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih ego sektoral dan prasangka. Pastikan Murung Raya anti huru-hara. Kita rawat rumah besar ini dengan nalar cerdas dan hati humanis demi anak cucu kita,” pungkas Barlin.(Lng)











