TABALONG – LENTERAKALIMANTAN.NET
Di tengah teriknya cuaca yang menyengat Kabupaten Tabalong, tunas-tunas jagung hibrida mulai menyembul di atas lahan satu hektare di Desa Pemarangan Kiwa. Namun, perjalanan menuju swasembada pangan tidaklah mulus. Tantangan alam berupa cuaca ekstrem dan serangan hama kini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum yang turun langsung ke sawah.
Pada Rabu (13/05/2026) pagi, personel Polsek Tanjung, AIPDA Sulaiman, melakukan inspeksi mendalam terhadap pertumbuhan jagung pakan milik Kelompok Tani Pemarangan Kiwa. Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan melekat Polri terhadap program ketahanan pangan nasional di tingkat akar rumput.
Tanaman jagung yang dikelola oleh Hariyanto ini baru memasuki usia satu minggu sejak ditanam pada 4 Mei lalu. Menggunakan pola monokultur, lahan ini sangat bergantung pada sumur bor dan tadah hujan. Sayangnya, kondisi cuaca panas pasca-penanaman sempat menghambat pertumbuhan, memaksa petani melakukan proses “tambal sulam” atau penanaman kembali pada bagian yang mati.
Tak hanya soal air, ancaman nyata datang dari serangan hama ulat yang mulai menggerogoti dedaunan hijau yang masih muda. Kondisi ini menuntut pengawasan ekstra agar estimasi panen pada September 2026 mendatang tidak meleset dari target.
“Melalui kegiatan pengecekan ini diharapkan perkembangan tanaman dapat terus dipantau sehingga kendala yang dihadapi petani dapat diketahui lebih awal,” ujar Kasi Humas Polres Tabalong, IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla.
Proses pengolahan lahan seluas satu hektare tersebut sebelumnya telah digarap menggunakan traktor dengan melibatkan tenaga kerja lokal secara gotong royong. Kehadiran Polri di lapangan bukan sekadar melakukan formalitas pengecekan, melainkan memastikan investasi tenaga dan biaya para petani tidak terbuang percuma akibat kendala teknis yang tidak terdeteksi.
IPTU Heri menegaskan bahwa pendampingan dan monitoring ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Fokus utamanya adalah memastikan sektor pertanian di wilayah Kabupaten Tabalong tetap produktif di tengah dinamika iklim yang tidak menentu.
“Polri siap mendukung program ketahanan pangan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas IPTU Heri Siswoyo.











