BATOLA – LENTERAKKALIMANTAN.NET
Harapan keluarga bayi M. Nazhan Qamil untuk segera menjemput kesembuhan di Jakarta harus tertunda sejenak oleh drama sesak napas di bandara. Bayi berusia empat bulan asal Desa Murung Raya, Kecamatan Bakumpai, Barito Kuala (Batola) ini, dijadwalkan menjalani operasi jantung krusial di RS Jantung Harapan Kita, Jakarta, setelah didiagnosis menderita kelainan jantung bawaan.

Rencana keberangkatan yang dijadwalkan pada Kamis, 16 April 2026 pukul 12.00 WITA, sempat terkendala kendala medis tak terduga. Saat berada di Bandara Syamsudin Noor, Nazhan mengalami sesak napas yang hilang timbul.

Berdasarkan rekomendasi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara, pasien tidak diizinkan terbang sebelum mendapatkan rekomendasi spesialis serta ketersediaan oksigen terstandar selama penerbangan. Merespons kondisi darurat tersebut, Dinas Kesehatan Batola segera mengalihkan pasien ke RS Siloam Banjarmasin pada pukul 17.00 WITA untuk konsultasi lanjutan.

Perjalanan medis Nazhan merupakan potret panjang perjuangan pasien daerah. Awalnya, ia diperiksa di Puskesmas Bakumpai sebelum dirujuk ke RSUD H. Abdul Aziz Marabahan. Namun, minimnya fasilitas medis memaksa Nazhan dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin. Di sana, tim medis memutuskan bahwa tindakan operasi hanya bisa dilakukan di pusat jantung nasional, RS Harapan Kita.

Mengingat kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, keberangkatan Nazhan sepenuhnya disokong oleh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melalui dana bantuan Baznas.

Untuk menjamin keselamatan selama proses rujukan, Dinkes Batola menerjunkan tim khusus yang terdiri dari bidan desa dan tenaga medis RSUD H. Abdul Aziz Marabahan. Selain memantau kondisi klinis, tim ini bertugas mengurus administrasi hingga akomodasi keluarga di Jakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Batola, Sugimin, SKM. M.Kes., menjelaskan bahwa tahap awal pengobatan di Jakarta diperkirakan memakan waktu sepuluh hari.

“Tahap pertama dijadwalkan berlangsung selama 10 hari. Setelah itu, tim medis akan melakukan kontrol dan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya. Mudah-mudahan Bayi M. Nazhan segera mendapatkan kesembuhan melalui proses pengobatan ini,” ujar Sugimin.

Saat ini, pihak Dinkes Batola tengah mengupayakan perpindahan maskapai yang memiliki ketersediaan fasilitas oksigen sesuai standar medis penerbangan. Langkah ini diambil agar Nazhan tetap dapat diberangkatkan ke Jakarta tanpa risiko fatal di udara, mengingat setiap detik sangat berharga bagi kondisi jantung sang bayi.(Kominfo/Lenka)

 

Bagikan: