BATOLA, LENTERAKALIMANTAN.NET – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Kuala (Batola), KH Abdai Rathami, menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk memperkuat kesalehan sosial dan semangat berbagi di momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H. Ibadah kurban ditegaskan bukan sekadar ritual penyembelihan hewan, melainkan instrumen krusial untuk merajut kembali solidaritas kemanusiaan dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

KH Abdai Rathami menyoroti fenomena degradasi kepedulian di era modern yang dipicu oleh paparan media sosial dan gaya hidup hedonis. Menurutnya, ruang digital hari ini kerap disalahgunakan untuk mempertontonkan kemewahan, sementara kepekaan terhadap penderitaan sesama justru mengikis.

“Banyak orang sibuk menampilkan kemewahan di ruang digital, tetapi kurang peka terhadap kesulitan masyarakat di sekitarnya,” ujar KH Abdai Rathami dalam keterangannya, Jumat (29/6/26)

Ia mengingatkan bahwa media sosial seharusnya menjadi sarana menyebarkan inspirasi dan kebaikan. Jika ruang digital hanya dipenuhi pamer gaya hidup berlebihan, hal itu dikhawatirkan akan memperlebar jurang kesenjangan sosial yang berpotensi memicu gesekan di tengah masyarakat.

Melalui momentum Idul Adha, MUI Batola mengajak umat Muslim untuk menjadikan pembagian daging kurban kepada fakir miskin, kaum dhuafa, dan warga yang membutuhkan—tanpa memandang sekat agama—sebagai jembatan penghubung kebahagiaan.

“Semangat kurban harus menjadi pengingat bagi umat Islam bahwa sebagian harta yang kita miliki ada hak orang lain di dalamnya. Ibadah tidak cukup diwujudkan dalam hubungan spiritual kepada Allah SWT (habluminallah), tetapi juga harus tercermin dalam kepedulian terhadap sesama (habluminannas),” urai KH Abdai Rathami.

Di akhir penyampaiannya, ia mengajak masyarakat luas untuk meredam ego individualistis dan mengonversi momentum hari besar ini menjadi modal sosial demi memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

Bagikan: