MARABAHAN – LENTERAKKALIMANTAN.NET

Lebih dari sekadar seremoni baris-berbaris, seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Barito Kuala tahun 2026 resmi dicanangkan sebagai kawah candradimuka bagi calon pemimpin daerah. Sebanyak 164 pelajar terpilih kini mulai berjibaku memperebutkan tiket menuju formasi prestisius di bawah pengawasan ketat tim penguji lintas instansi.

Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, yang membuka langsung tahapan seleksi di Aula Selidah Marabahan, Senin (6/4), menegaskan bahwa para peserta saat ini sedang meniti jalan menjadi sumber daya manusia (SDM) potensial. Baginya, Paskibraka adalah laboratorium kepemimpinan yang nyata.

“Kalian adalah sumber daya manusia potensial. Persiapkan fisik dan mental kalian dengan baik. Saya yakin kalian mampu melewati tahapan ini dengan hasil yang memuaskan untuk membawa nama baik Barito Kuala di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar H. Bahrul Ilmi saat menyematkan tanda peserta secara simbolis.

Bupati juga menekankan pentingnya profesionalisme tim seleksi. Ia menginstruksikan agar penyaringan dilakukan secara ketat sesuai aturan guna menjamin hanya “bibit unggul” yang melaju ke tahap berikutnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Barito Kuala, Moch Aziz, S.Sos, menjelaskan bahwa komposisi peserta tahun ini terdiri dari:
◾Total Peserta: 164 Siswa (73 Putra dan 91 Putri).
◾Asal Sekolah: SMA, SMK, MA, dan Pondok Pesantren se-Kabupaten Barito Kuala.
◾Durasi: 6 hingga 10 April 2026.
◾Lokasi: Aula Selidah dan Lapangan 5 Desember Marabahan.

Moch Aziz menambahkan bahwa landasan hukum seleksi ini berpijak pada Perpres No. 51 Tahun 2022 dan Peraturan BPIP No. 3 Tahun 2022. “Seleksi ini adalah upaya membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan serta kecintaan yang mendalam terhadap tanah air,” tegasnya.

Untuk menjamin transparansi dan kualitas, panitia melibatkan tim penilai dari berbagai disiplin ilmu dan instansi:
◾Kesamaptaan & PBB: KODIM 1005 dan Polres Barito Kuala.
◾Kesehatan: Tim Dokter dan Tenaga Medis profesional.
◾Psikologi & Etika: Psikolog dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI).
◾Administrasi: Badan Kesbangpol dan Bagian Hukum Setda.

Di akhir prosesi pembukaan, Bupati menyampaikan apresiasi mendalam kepada para Kepala Sekolah, guru pembimbing, dan orang tua. Dukungan moral dari keluarga dianggap sebagai faktor kunci keberhasilan para siswa dalam melewati tempaan fisik dan mental selama lima hari ke depan.

Melalui seleksi ini, Barito Kuala berharap tidak hanya melahirkan pengibar bendera yang handal, tetapi juga mencetak putra-putri daerah yang memiliki jati diri kuat sebagai pilar bangsa di masa depan.(Kominfo/Lnk)

 

Bagikan: