MURUNG RAYA –  LENTERAKALIMANTAN.NET

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Murung Raya, Drs. Sarwo Mintarjo, mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadikan momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sebagai ruang refleksi birokrasi. Sarwo menegaskan bahwa nilai pengorbanan dan keikhlasan yang terkandung dalam ibadah kurban harus diimplementasikan secara nyata dalam kerja-kerja pelayanan publik di Kabupaten Murung Raya.

Sebagai panglima birokrasi di daerah tersebut, Sarwo Mintarjo menyoroti bahwa kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS bukan sekadar ritual tahunan. Menurutnya, ada pesan mendalam tentang tanggung jawab dan integritas yang harus diadopsi oleh para pelayan masyarakat.

Keikhlasan dalam berkurban, lanjut Sarwo, adalah modal utama untuk memastikan setiap kebijakan dan program pemerintah dapat berjalan secara efektif, transparan, serta akuntabel.

Dalam penyampaian pesan yang bernuansa khidmat tersebut, Sarwo Mintarjo tampak mengenakan baju koko batik hitam bermotif emas dipadu peci hitam. Visual latar belakang masjid bercahaya keemasan dengan lampu lentera dan dominasi warna hijau memperkuat kedekatan antara nilai-nilai spiritualitas dengan denyut nadi pemerintahan serta masyarakat Murung Raya.

Selain menyoroti kinerja birokrasi, Sekda Murung Raya juga memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh warga. Hari Raya Idul Adha dinilainya sebagai waktu yang krusial untuk memperbaiki hubungan sosial, saling memaafkan, dan memperkokoh persatuan di tengah keberagaman demi menjaga stabilitas daerah.

Di akhir pesannya, Sarwo berharap esensi dari empati sosial yang digerakkan melalui ibadah kurban dapat terus menyala dan menjadi penggerak roda pembangunan.

“Semoga semangat Idul Adha 1447 H membawa keberkahan, kedamaian, dan energi baru bagi kita semua untuk terus berbagi, saling menguatkan, serta membangun Murung Raya yang lebih maju dan berkeadaban,” ujar Sarwo Mintarjo.(Lkg)

Bagikan: