PURUK CAHULENTERAKALIMANTAN.NET-Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Pemkab Mura) resmi memboyong penghargaan nasional Tunas Inspirasi KPI 2026 atas keberhasilan kebijakan pendidikannya. Prestasi prestisius ini langsung memantik apresiasi sekaligus catatan penting dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya yang meminta program unggulan daerah tersebut terus diperkuat dan tidak sekadar menjadi ajang seremonial.

Sekretaris Komisi II DPRD Murung Raya, H. Barlin, S.E., menegaskan bahwa penghargaan berskala nasional ini merupakan bukti otentik dari keseriusan pemerintah daerah dalam mendongkrak mutu layanan pendidikan. Kendati demikian, ia mengingatkan agar capaian ini menjadi cambuk untuk menjaga konsistensi di lapangan.

“Capaian ini harus menjadi motivasi bersama. DPRD dan Pemkab harus satu visi menjaga keberlanjutan program agar hasilnya dirasakan langsung oleh peserta didik di seluruh Murung Raya,” ujar Barlin saat memberikan keterangannya di Puruk Cahu.

Instrumen utama yang sukses mencuri perhatian dalam penilaian penghargaan ini adalah Program Kartu Hebat. Program ini dirancang khusus sebagai jaring pengaman sosial agar tidak ada lagi anak usia sekolah di Murung Raya yang putus sekolah akibat kendala finansial maupun hambatan geografis yang ekstrem.

Senada dengan hal tersebut, Rahmanto—mewakili otoritas terkait—menyatakan bahwa Tunas Inspirasi KPI 2026 menjadi pengakuan konkret bahwa implementasi Program Kartu Hebat berdampak nyata bagi masyarakat akar rumput.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan mampu mencetak generasi Murung Raya yang unggul,” tutur Rahmanto.

Menyikapi penghargaan ini, Pemkab Murung Raya langsung menetapkan langkah taktis ke depan. Alih-alih berpuas diri, pemerintah daerah kini memprioritaskan tiga pilar penguatan yang menjadi pekerjaan rumah (PR) besar:

  1. Pemerataan sarana dan prasarana sekolah di wilayah pelosok dan terpencil.

  2. Peningkatan kompetensi tenaga pendidik secara berkala.

  3. Perluasan akses pendidikan inklusif yang menjangkau hingga ke tingkat desa.

Sebagai fungsi pengawasan dan anggaran, Komisi II DPRD menegaskan komitmen penuh mereka untuk terus mengawal kebijakan pendidikan yang berpihak pada rakyat kecil. Pihak eksekutif pun memastikan akan menjadikan penghargaan ini sebagai instrumen evaluasi kritis. Cetak biru pendidikan Murung Raya ke depan bakal diselaraskan dengan standar nasional, namun tetap mengakar kuat pada konteks dan kebutuhan lokal bumi Tana Malai Tolung Lingu.

Reporter: Suara akar rumput