
BANJARMASIN — LENTERAKALIMANTAN.NET
Berbekal jaring, kantong sampah, dan perahu motor, ratusan personel gabungan bahu-membahu membersihkan aliran Sungai Martapura, kawasan Siring 0 Kilometer, Banjarmasin, Jumat pagi, 5 Juni 2026. Aksi nyata ini merupakan respons cepat jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) dalam menindaklanjuti instruksi Presiden RI terkait gerakan menjaga kebersihan lingkungan secara nasional.
Gerakan bertajuk Program ASRI (Aman, Sehat, Resik & Indah) ini sekaligus diintegrasikan sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80. Tidak kurang dari 350 personel gabungan dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Provinsi Kalsel, Kejaksaan, BNPB, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, hingga PT Pelindo diterjunkan ke lokasi untuk menyisir limbah dan sampah yang mencemari urat nadi kota tersebut.
Direktorat Polairud Polda Kalsel yang menginisiasi aksi sosial ini sengaja menggeser fokus perhatian ke wilayah perairan. Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kabid Humas Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pemilihan Sungai Martapura didasari atas nilai strategisnya yang mulai terancam oleh masalah sampah.
“Kegiatan pagi hari ini merupakan tindak lanjut dari perintah Bapak Presiden untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan. Sekaligus, ini merupakan rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke-80,” ujar Kapolda Kalsel dalam keterangannya, Jumat (5/6).
Ini merupakan aksi lingkungan masif kedua yang dimotori oleh Polda Kalsel, setelah beberapa bulan lalu sukses membersihkan kawasan daratan di Lapangan Kamboja. Kali ini, orientasi dialihkan ke sektor maritim karena Sungai Martapura bukan sekadar aliran air, melainkan jantung kehidupan masyarakat Banua.
Sungai Martapura dipilih karena posisinya yang membelah pusat kota dan memegang peran vital yang multifungsi. Hingga hari ini, aliran sungai tersebut masih aktif digunakan sebagai sarana transportasi utama, pusat kegiatan ekonomi terapung, penunjang kebutuhan domestik warga hulu hingga hilir, serta menjadi destinasi wisata andalan Kalimantan Selatan.
Untuk mengawal urgensi tersebut, apel gabungan ini dihadiri langsung oleh jajaran elit forkopimda. Tampak hadir di lokasi antara lain Plh. Sekdaprov Kalsel, Kapolda Kalsel, Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Kepala BNNP Kalsel, Danlanal Banjarmasin, Wakapolda Kalsel, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, serta unsur pimpinan instansi vertikal lainnya.
Melalui kolaborasi lintas sektoral ini, seluruh unsur yang terlibat berharap kelestarian Sungai Martapura dapat terus terjaga. Targetnya jangka panjangnya jelas: mengembalikan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi sungai agar manfaatnya tetap bisa diwariskan dan dirasakan oleh generasi masyarakat Kalimantan Selatan di masa depan.










