PALANGKA RAYA –  LENTERAKALIMANTAN.NET

Langit malam Kota Palangka Raya mendadak berubah menjadi panggung visual yang memukau. Ratusan drone (pesawat tanpa awak) terbang serentak, membelah kegelapan malam, lalu membentuk formasi raksasa berupa Mandau dan Talawang—dua simbol sakral kebudayaan Dayak. Pertunjukan konfigurasi cahaya ini menjadi menu utama sekaligus magnet bagi ribuan warga dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Formasi dinamis di udara tersebut menampilkan siluet Mandau lengkap dengan gagang khasnya, bersanding dengan perisai Talawang yang memancarkan corak warna-warni dari lampu LED. Inovasi visual ini langsung memantik histeria dan decak kagum warga yang memadati area pertunjukan.

Kehebohan ini bahkan langsung meluap ke jagat maya. Salah seorang warga mengekspresikan kekagumannya di media sosial sembari mengunggah momen langka tersebut.

“Tadi malam ada mandau terbang sama talawang terbang lho di sini 😄😄 Memperingati HUT Kalteng yang ke-69,” tulisnya.

Apresiasi tinggi juga datang dari kalangan parlemen. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, S.Sos., S.H., S.P., M.M., M.AP., menilai pertunjukan teknologi ini bukan sekadar hiburan visual, melainkan sebuah refleksi bagaimana budaya Dayak mampu beradaptasi di era digital.

Menurut Bebie, pengemasan budaya secara modern adalah strategi jitu agar nilai-nilai identitas lokal tidak lekang oleh zaman, sekaligus mampu memikat generasi muda.

“Kreativitas seperti ini menunjukkan bahwa Kalteng mampu merayakan hari jadinya dengan cara yang membanggakan dan mendekatkan budaya kepada generasi muda. Selamat HUT ke-69 untuk Kalimantan Tengah. Semoga provinsi kita semakin maju, damai, dan sejahtera,” ujar Bebie dalam keterangannya, Minggu (24/5/26).

Bebie menambahkan, momentum ulang tahun ke-69 ini harus dijadikan pemantik untuk memperkuat persatuan, harmoni, serta kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur Bumi Tambun Bungai.

Melalui simbol Mandau yang melambangkan keberanian dan Talawang sebagai pelindung, pertunjukan drone ini dinilai sukses mengirimkan pesan kuat: tradisi Kalimantan Tengah akan tetap hidup dan berkilau melalui jalur inovasi.(Lkg)

Bagikan: