TABALONGLENTERAKALIMANTAN.NET

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kabupaten Tabalong tahun ini tampil berbeda. Alih-alih menggelar aksi unjuk rasa, pemerintah daerah bersama elemen buruh memilih merayakannya dengan suasana religius melalui kegiatan “May Day Bersholawat” di Halaman Pendopo Bersinar, Kelurahan Pembataan, Jumat (1/5/2026) malam.

Acara yang dipadati sekitar 750 jemaah tersebut menghadirkan penceramah kharismatik asal Samarinda, KH Muhammad Zhofaruddin atau yang akrab disapa Guru Udin. Kehadiran murid mendiang Abah Guru Sekumpul ini menjadi magnet utama bagi ribuan warga dan pekerja yang memadati area pendopo sejak petang.

Bupati Tabalong, Ir. H. M. Noor Rifani, S.H., S.T., M.T., menegaskan bahwa perayaan May Day dengan bersholawat adalah wujud ikhtiar batin untuk melengkapi perjuangan lahir para pekerja.

“Kegiatan ini dikemas secara religius sebagai bentuk keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin. Kami mengapresiasi setinggi-tingginya dedikasi para buruh dan pekerja atas kontribusi mereka dalam pembangunan daerah,” ujar Noor Rifani dalam sambutannya.

Menurut Bupati, pendekatan religius ini selaras dengan visi Kabupaten Tabalong yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Ia berharap, melalui majelis ilmu dan sholawat, tercipta hubungan industrial yang lebih harmonis, adil, dan kondusif antara pekerja, pengusaha, serta pemerintah.

Demi menjamin kelancaran acara, aparat gabungan yang terdiri dari Polres Tabalong, Kodim 1008/Tabalong, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan dikerahkan di lokasi. Pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla.

Tak hanya berjaga, personel Polres Tabalong juga menunjukkan sisi humanis dengan membagikan makanan ringan kepada jemaah dan masyarakat yang hadir. Aksi ini menjadi simbol pelayanan Polri yang merangkul masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Tabalong Habib M. Taufani Alkaf, S.Kom., M.M., unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, tokoh masyarakat, serta perwakilan serikat buruh. Rangkaian kegiatan yang meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an hingga doa bersama tersebut berlangsung khidmat, aman, dan tertib hingga acara berakhir.

Kegiatan ini menjadi cerminan bahwa Hari Buruh tidak harus dirayakan dengan ketegangan, namun bisa menjadi momentum refleksi diri dan doa bersama demi kesejahteraan para pekerja di bumi “Saraba Kawa”.(*)

Bagikan: